Polda Maluku Bekali 76 Personel Jelang Purnabakti, "Siap Pensiun Bahagia dan Produktif"
Maluku-Spektroom : Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menyiapkan 76 personel yang akan memasuki masa purnabakti melalui program pembekalan dan pelatihan keterampilan berbasis potensi ekonomi daerah. Menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Polda Maluku membekali calon purnawirawan dengan keterampilan pengolahan hasil perikanan untuk mendorong kemandirian ekonomi, mengembangkan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha produktif setelah mengakhiri masa kedinasan. Program tersebut dibuka Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.Si., di Aula BPVP Ambon, Passo, Kota Ambon, Kamis (24/9/2026). Pelatihan tahun anggaran 2026 ini mengusung tema "Siap Pensiun Bahagia" dengan pendekatan pembekalan psikologis, pengelolaan keuangan dan pengembangan keterampilan kewirausahaan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Maluku mempersiapkan sumber daya manusia Polri yang mandiri, produktif dan tetap mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat setelah memasuki masa pensiun. Kegiatan ini melibatkan BPVP Ambon, PT ASABRI Cabang Ambon dan Bank Mandiri Taspen Cabang Ambon sebagai mitra dalam memberikan pembekalan keterampilan serta persiapan menghadapi masa pensiun. Dalam sambutannya, Wakapolda Maluku menegaskan bahwa pelatihan keterampilan bagi personel menjelang pensiun harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi ekonomi daerah agar pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang usaha nyata.

Menurut Wakapolda, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi personel dalam mengembangkan usaha mandiri, menciptakan sumber penghasilan tambahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga setelah masa kedinasan berakhir. "Purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui pelatihan berbasis potensi perikanan Maluku ini, kami berharap para personel memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif, sehingga tetap mandiri secara ekonomi dan mampu menciptakan peluang usaha setelah memasuki masa pensiun," ujar Wakapolda. Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Dicky Irawan Kesuma, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pembekalan dan pelatihan keterampilan bagi 76 personel yang akan memasuki masa purnabakti merupakan bagian dari tanggung jawab institusi Polri dalam mempersiapkan anggotanya menghadapi kehidupan setelah mengakhiri masa kedinasan. Sebanyak 76 peserta tersebut terdiri atas 64 anggota Polri, sembilan aparatur sipil negara (ASN) dan tiga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kegiatan dilaksanakan secara hibrida dengan melibatkan peserta yang mengikuti pelatihan secara langsung di BPVP Ambon serta personel dari Polres dan Polresta jajaran melalui konferensi video. "Pelatihan keterampilan bagi 76 personel yang akan memasuki masa purnabakti ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi Polri untuk mempersiapkan anggotanya sebelum mengakhiri masa dinas. Kami ingin memastikan bahwa setiap personel benar-benar siap kembali ke masyarakat, memiliki kemandirian ekonomi, keterampilan yang produktif serta kesiapan mental untuk menjalani kehidupan baru setelah pensiun," ujar Dicky. Sementara itu, BPVP Ambon yang diwakili oleh Subkoordinator bidang Penyelenggaraan Pelatihan Ferdinandus Rianto Sampe,ST menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Polda Maluku dalam penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi personel yang akan memasuki masa purnabakti. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program tailor-made training berupa pelatihan pengolahan ikan sederhana yang dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta. Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa program pembekalan dan pelatihan keterampilan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mempersiapkan kesejahteraan personel secara berkelanjutan, termasuk ketika memasuki masa purnabakti. "Program ini merupakan wujud kepedulian Polda Maluku terhadap masa depan personel yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang memasuki masa purnabakti memiliki kesiapan mental, kemampuan mengelola keuangan serta keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi bersama keluarga," ujar Rositah. (EM)