Polisi Pati Buru Pemalak yang Menganiaya Seorang Pembeli di Warung Sate

Polisi Pati Buru Pemalak yang Menganiaya Seorang Pembeli di Warung Sate
Polisi sedang melakukan olah kejadian tempat perkara penganiayaan, Sabtu, 9 Mei 2026. (Foto: Dok.Polresta Pati)
audio-thumbnail
Polisi Pati Buru Pemalak
0:00
/131.631

Pati-Spektroom: Peristiwa penganiayaan terhadap pembeli di warung sate di kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati pada Sabtu tengah malam menimbulkan korban luka cukup serius.

Suasana sepi Sabtu dini hari, di sebuah warung sate di dukuh Soko Desa Sokopuluhan mendadak berubah mencekam setelah terjadi penganiayaan terhadap pembeli tengah malam.

Korban berinisial AH mengalami luka pada bagian wajah setelah terlibat perselisihan dengan pria tidak dikenal sebelumnya.

Peristiwa bermula saat korban AH bersiap membayar pesanan, ada pria tiba-tiba meminta dibayarkan makanan miliknya tanpa alasan jelas kepada korban.

Korban kemudian menolak permintaan tersebut karena tidak mengenal pria yang meminta bantuan pembayaran makanan sebelumnya di lokasi. Penolakan itu diduga memicu emosi pelaku hingga langsung melakukan kekerasan fisik terhadap korban menggunakan tangan kosong.

Kapolsek Pucakwangi AKP Suwarno menyatakan kepolisian telah menerima laporan resmi terkait dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut sebelumnya.

“Korban mengalami luka setelah diduga dipukul, dicekik, dan disikut pelaku yang identitasnya masih kami selidiki,” ujarnya.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami pendarahan pada hidung serta luka pada bagian kepala dan leher cukup serius. Setelah kejadian berlangsung, korban segera pulang kemudian memberitahukan peristiwa penganiayaan kepada keluarganya di rumah sekitar lokasi.

Keluarga korban langsung membawa AH menuju Puskesmas Pucakwangi guna mendapatkan penanganan medis atas luka yang dialaminya sebelumnya. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi termasuk penjual sate yang berada di sekitar lokasi kejadian tersebut.

“Kami masih melakukan pencarian pelaku bersama Tim Resmob Polresta Pati untuk mengungkap perkara penganiayaan ini,” katanya kembali.

Kepolisian mengimbau masyarakat membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku melalui layanan pengaduan resmi kepolisian setempat.

Berita terkait

Produksi Padi Madiun Masuk Peringkat Atas, Gubernur Jatim Dorong Alsintan Modern untuk Regenerasi Petani

Produksi Padi Madiun Masuk Peringkat Atas, Gubernur Jatim Dorong Alsintan Modern untuk Regenerasi Petani

Madiun-Spektroom : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya modernisasi pertanian dan keterlibatan petani muda dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penekanan itu disampaikan Khofifeah pada Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di desa Gading kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026). Menurut Khofifah, modernisasi pertanian dapat menarik kaum muda untuk

Moch Haryono