Polisi Turun ke Pasar Jaga Harga Tetap Bersahabat di Kalbar
Feature oleh : Apolonius Welly
Pontianak - Spektroom : Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang kerap menjadi perhatian masyarakat, sejumlah personel kepolisian di Kalimantan Barat terlihat menyusuri pasar, toko kelontong hingga pangkalan gas elpiji. Mereka bukan sedang memburu pelaku kejahatan, melainkan memastikan kebutuhan sehari-hari warga tetap tersedia dan terjangkau. Langkah itu dilakukan jajaran Polda Kalimantan Barat melalui polres dan polsek di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Landak.
Pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok serta barang penting (bapokting) menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu gejolak harga. Di Kecamatan Mempawah Hulu, personel Polsek Mempawah Hulu mendatangi sejumlah titik distribusi bahan pokok. Dari hasil pengecekan, stok kebutuhan masyarakat masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi.
Beras premium dijual sekitar Rp17 ribu per kilogram, gula pasir berkisar Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, sementara minyak goreng berada pada rentang Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per liter.
Meski sebagian besar harga relatif stabil, cabai rawit masih menjadi komoditas yang paling fluktuatif. Harganya bergerak antara Rp70 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Faktor distribusi dan pasokan disebut menjadi penyebab utama kenaikan harga komoditas yang hampir selalu menjadi bumbu wajib di dapur masyarakat itu.
Kapolsek Mempawah Hulu, IPTU Freddy Surya Purnama memastikan kondisi stok bahan pokok di wilayah Mempawah Hulu dan Sompak masih aman. Pemantauan rutin terus dilakukan agar potensi kelangkaan dapat diantisipasi sejak dini.
Pemandangan serupa terlihat di Kecamatan Mandor. Polisi mendatangi toko-toko dan pangkalan elpiji untuk memastikan harga yang diterapkan kepada masyarakat masih sesuai ketentuan.

Pengawasan dilakukan bukan semata mencatat harga, tetapi juga memastikan rantai distribusi berjalan normal. Bagi Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi, kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat.
Di tengah tekanan ekonomi yang dapat muncul sewaktu-waktu, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi salah satu faktor penting yang menentukan ketenangan warga. Di Kecamatan Sebangki, hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang tak jauh berbeda. Stok kebutuhan pokok masih tersedia dan tidak ditemukan indikasi penimbunan barang. Berbagai komoditas strategis, mulai dari beras, gula, minyak goreng hingga telur ayam, masih berada dalam kisaran harga pasar yang wajar.
"Kehadiran Polri di lapangan juga bertujuan memberikan rasa tenang kepada masyarakat bahwa kebutuhan pokok masih tersedia dengan harga yang relatif stabil," ujar Kapolsek Sebangki, IPDA Rudiansyah.
Sementara itu, di Kecamatan Menyuke, pengawasan diperluas hingga sektor energi.

Selain memantau harga bahan pokok di Pasar Darit, personel Polsek Menyuke juga memeriksa stok BBM di SPBU Mamek. Hasilnya, persediaan Pertalite, Solar dan Dexlite masih mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.
Kapolsek Menyuke IPTU I Nyoman Astika menegaskan pemantauan berkala terus dilakukan untuk memastikan distribusi bahan pokok maupun BBM berjalan lancar. Langkah itu penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus menghindari lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
Di balik rutinitas patroli dan pengamanan wilayah, kehadiran polisi di pasar-pasar tradisional membawa pesan yang sederhana namun penting: memastikan dapur masyarakat tetap mengepul. Ketika harga terkendali dan stok tersedia, rasa aman tidak hanya tercipta di jalanan, tetapi juga hadir di meja makan setiap keluarga.