Politeknik Penerbangan Palembang, Lantik 54 Taruna Dalam Yudisium Tahun Akademik 2025/2026
Palembang - Spektroom: Sebanyak 54 Taruna mengikuti Sidang Senat Terbuka dalam rangka Upacara Yudisium Taruna Program Diploma Tahun Akademik 2025/2026, Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang, di Kampus setempat, Selasa 28 Juli 2026.
Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan (BAAK) Poltekbang Palembang Yani Yudha Wirawan, S.Si.T., M.T. dalam laporannya menyebutkan ke 54 Taruna tersebut berasal dari Program Studi Tehnologi Rekayasa Bandar Udara, program Sarjana terapan angkatan ke 3 ada 22 Taruna, Program Studi Manajemen Bandar Udara, jenjang D III Angkatan IV ada 4 Taruna dan Program studi penyelamatan dan pemadam kebakaran penerbangan D III Angkatan IV ada 28 Taruna.
Yudisium tersebut mengacu pada Keputusan Direktur Politeknik Penerbangan Palembang, nomor : KP. Poltekbank. Plg/240/tahun 2026, tentang pelaksanaan Yudisium Program Studi Teknologi Rekayasa Bandar Udara, Program Sarjana Terapan Angkatan Ketiga, Program Studi Manajemen Bandar Udara Program Diploma III, Angkatan Keempat, serta Program Studi Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan Program Diploma III Angkatan Keempat, tahun 2026 dan Program Studi Teknologi Rekayasa Bandar Udara Program Sarjana Terapan Angkatan Ketiga.
Poltekbang Palembang juga memberi apresiasi kepada taruna lulusan terbaik di masing-masing program studi.
Untuk lulusan terbaik Taruna Program Studi Teknologi Rekayasa Bandar Udara Program Sarjana Terapan Angkatan Ketiga, tahun 2026 diberikan kepada Muhammad Mu'awwaf Al-Wai, IPK 3,78 Predikat, lulus dengan pujian, terbaik kedua I Ketut Sudarsana, IPK 3,51 Lulus dengan pujian.
Kegiatan Program Studi Manajemen Bandar Udara, Program Diploma Tiga Angkatan Keempat, tahun 2026, terbaik Satu, Anggun Permatasari, IPK 3,75 Predikat, lulus dengan pujian, terbaik 2 Rivaldo Januarta, IPK 3,59 Lulus dengan pujian.
Selanjutnya Program Studi Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan, Hazel Area Putra Anhar, IPK 3,93 Lulus dengan pujian serta terbaik 2, Kimi Marilia Sorin Ribeiro E. Gusmao, IPK 3,76 Lulus dengan pujian.
Sebelum dilaksanakan pelantikan, Yudisium diisi dengan orasi ilmiah oleh Direktur Personalia dan Umum AirNav Indonesia, Didiet Kus Sam Radityo, dengan topik "Profesionalisme dan Integritas Lulusan Vokasi Penerbangan di Era Transportasi Industri Transportasi Udara.
Didiet KS Radityo menyatakan dalam industri transportasi penerbangan saat ini, bahwa kredibilitas ataupun reputasi sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh bagaimana alumnusnya itu berkiprah di dalam industri.
"Tunjukkan bahwa apa yang telah diajarkan oleh Peltekbang Palembang agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya terkait masalah kahlian teknis namun lebih penting daripada itu adalah kaitan moral, etika, dan loyalitas kepada negara" ujar Didiet.
Menurutnya reputasi Poltelkbang Palembang, tidak bisa dibangun oleh seorang Direktur atau seorang Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan.
"Reputasi itu akan dibangun oleh bagaimana alumnusnya berkiprah menjalankan fungsi dengan baik di dalam industri transportasi udara berkontribusi secara maksimal, sehingga para pengguna jasa kalian semua bisa merasakan manfaat dari hasil pendidikan selama di Poltekbang Palembang" terangnya lagi.
Didiet KS Radityo juga menjelaskan, saat ini secara umum di Kemenhub ada 33 lembaga pendidikan, bidang Udara ada 7, kemudian Darat ada 6, dan laut ada 11 Lembaga pendidikan.
Dalam industri transportasi, khususnya di AirNav Indonesia, sedikit banyak kami menghilangkan gap silo antar lulusan Poltekbang itu sendiri.
"Karena ketika Anda masuk ke industri, anda sudah tidak lagi membawa nama almater, tapi membawa amanat beban ketika melaksanakan tugas dan pekerjaan. Ketika masuk ke industri, hindari membatasi diri hanya berinteraksi dengan sesama almater. Karena sesungguhnya Anda ketika diterima di sebuah industri, tanggung jawab itu adalah melekat yang harus dilaksanakan oleh seluruh insan yang tergabung dalam industri tersebut." terang Didiet merinci.
Bahwa tantangan yang akan dihadapi para alumni saat ini adalah bagaimana untuk bersaing tidak hanya secara horizontal dengan teman-teman dari Almamater, namun juga dengan teknologi yang saat ini sedang berkembang, dan itu akan mampu untuk mengisi kekosongan rutinitas yang biasanya diisi oleh tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) (@Ng).