Porseni Bangun Karakter dan Keberanian Anak TK di Ambon
Ambon -Spektroom: Ratusan anak taman kanak-kanak (TK) di Kota Ambon memadati Taman Budaya, Karpan Ambon Rabu (06/5/2026), dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) IGTKI-PGRI yang berlangsung meriah dan penuh warna.
Di panggung itu, anak-anak tampil percaya diri membawakan Tari Katreji khas Maluku hingga Tari Badinding dari Sumatera Barat, menandai proses pembentukan karakter sejak usia dini.
Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, menegaskan bahwa Porseni bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana strategis untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, serta karakter anak sejak dini melalui pendekatan seni dan budaya.
“Kegiatan ini bukan hanya seremoni. Anak-anak belajar berani tampil, mengekspresikan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka di depan umum. Ini bagian penting dari proses tumbuh kembang,” ujar Lisa di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pengenalan budaya melalui tarian daerah menjadi media efektif untuk memperluas wawasan anak sekaligus menanamkan nilai kebhinekaan sejak dini.
Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan pada identitas budaya lokal maupun nasional sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Tari katreji berasal dari Maluku, sementara Tari Badinding dari Sumatera Barat. Anak-anak belajar bahwa kita berbeda, tetapi tetap satu dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Lisa juga menekankan bahwa usia dini merupakan fase emas yang harus diisi dengan aktivitas belajar yang menyenangkan dan interaktif. Metode belajar melalui bermain, bernyanyi dan menari, dinilai mampu membantu anak memahami lingkungan sosial secara lebih alami.
“Belajar tidak harus selalu dari buku. Melalui seni, anak-anak belajar kerja sama, disiplin, dan bagaimana mengekspresikan diri secara positif,” ungkapnya.
Ia turut mengapresiasi peran orang tua dan guru yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam membentuk kepercayaan diri anak hingga berani tampil di panggung.
“Saya bangga kepada orang tua yang hadir dan mendukung anak-anak mereka. Begitu juga para guru yang dengan sabar membimbing dan membentuk karakter anak-anak sejak dini,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Lisa mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga pendidik, maupun orang tua, untuk terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, sehat, dan menyenangkan.
“Kolaborasi sangat penting. Porseni ini bukan tentang menang atau kalah, tetapi tentang keberanian anak untuk tampil dan belajar,” tegasnya.
Ajang Porseni IGTKI-PGRI Kota Ambon ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam mengembangkan potensi dan karakter anak sejak usia dini melalui seni dan budaya.(EM)