Pos Lintas Batas Negara Entikong Ramai Jelang Imlek
Spektroom – Fajar belum lama merekah di langit Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Namun denyut kehidupan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sudah terasa sejak pukul 05.00 WIB. Satu per satu kendaraan pribadi, mobil rental, hingga bus antarnegara mulai memadati area parkir, mengantre dengan tertib menuju pintu keberangkatan ke Sarawak, Malaysia.
Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 arus pelancong dari Indonesia ke negara jiran terpantau meningkat. Sebagian besar adalah warga domestik yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga di seberang perbatasan. Ada pula pelancong mancanegara, meski jumlahnya tidak sebanyak wisatawan lokal.
Petugas Asuransi Jasa Raharja di PPLB Entikong, Suryana, mengatakan lonjakan sudah terlihat sejak pagi hari. “Sejak border dibuka pukul 05.00 WIB, kendaraan sudah ramai. Baik kendaraan pribadi, rental, maupun bus transportasi umum antarnegara,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (15/02/2026).
Di antara deretan koper dan tas tenteng, tampak keluarga muda menggandeng anak-anak mereka. Beberapa lansia duduk tenang menunggu giliran pemeriksaan dokumen. Wajah-wajah penuh semangat bercampur harap. Bagi sebagian orang, perjalanan ini bukan sekadar melancong. Ada rindu yang hendak ditunaikan, ada tradisi yang ingin dirayakan bersama keluarga besar.
Batas negara yang dulu sempat sunyi kini kembali hidup. Suara mesin kendaraan berpadu dengan percakapan hangat dalam berbagai dialek. Petugas berjaga dengan sigap, memastikan arus keluar berjalan tertib dan aman. “

Entikong salah satu gerbang utama mobilitas masyarakat Kalimantan Barat menuju Sarawak. Setiap musim libur besar, terutama Imlek, perbatasan ini berubah menjadi simpul pertemuan beragam cerita: pekerja yang pulang kampung, wisatawan yang ingin mencicipi suasana perayaan di Kuching, hingga keluarga yang telah lama terpisah jarak negara.
Di tengah antrean yang mengular, tidak terdengar keluhan berarti. Justru yang tampak adalah antusiasme. Seorang ibu muda tersenyum sambil merapikan pakaian anaknya. “Sudah lama janji mau ajak mereka lihat perayaan di sana,” katanya singkat.
Perjalanan lintas batas itu mungkin hanya beberapa jam. Namun bagi banyak orang, maknanya jauh lebih panjang tentang tradisi, tentang keluarga, dan tentang harapan baru yang selalu datang bersama Tahun Baru Imlek.