PPKD Jakarta Selatan Buka Pelatihan Kerja Reguler Sesuai Kebutuhan Industri

PPKD Jakarta Selatan Buka Pelatihan Kerja Reguler Sesuai Kebutuhan Industri
Kepala PPKD Jakarta Selatan, Budi Karlia Setiyanto (tiga dari kanan). (Foto : PPKD Jaksel).

Jakarta – Spektroom : Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan kembali membuka pelatihan kerja reguler angkatan pertama dan kedua tahun 2026, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di dunia kerja. Program yang resmi dibuka pada Jumat (10/7/2026) ini menghadirkan berbagai pilihan kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Kepala PPKD Jakarta Selatan, Budi Karlia Setiyanto, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu program strategis untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kemampuan yang relevan dengan perkembangan pasar kerja saat ini. Peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga dibekali praktik yang dirancang agar mampu diterapkan secara langsung setelah menyelesaikan pelatihan.

"Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan setelah menyelesaikan pelatihan," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada angkatan pertama terdapat lima program pelatihan, yakni Multimedia, Tata Busana, Bahasa Inggris, Teknik Pendingin, serta Bahasa Jepang. Kejuruan Multimedia, Tata Busana, Bahasa Inggris, dan Teknik Pendingin masing-masing memiliki durasi pelatihan 360 Jam Pelajaran (JPL), sedangkan Bahasa Jepang berlangsung selama 540 JPL untuk memberikan penguasaan bahasa yang lebih komprehensif.

"Pada angkatan kedua, PPKD Jakarta Selatan membuka pelatihan Barista dengan durasi 240 JPL, serta dua program yang berkaitan dengan bidang digital, yaitu Data Analyst dan Data Management Staff yang masing-masing berlangsung selama 360 JPL," ucapnya.

Ia, menilai pemilihan kejuruan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan tren kebutuhan tenaga kerja saat ini. Selain sektor jasa dan industri kreatif, kemampuan di bidang teknologi informasi serta pengelolaan data menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh berbagai perusahaan.

"Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya. Disiplin, semangat belajar, dan kesungguhan selama proses pelatihan dinilai menjadi kunci agar peserta mampu menguasai kompetensi yang diajarkan," ujarnya.

Ia, berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan disiplin agar memiliki daya saing lebih baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui penyelenggaraan pelatihan kerja reguler ini, PPKD Jakarta Selatan terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja di wilayah Jakarta Selatan.

"Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja, menekan angka pengangguran, sekaligus menciptakan SDM yang produktif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang," ujarnya.

Berita terkait

PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Andal pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur

PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Andal pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur

Wonogiri-Spektroom : PLN Icon Plus turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) di kawasan PLTA Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Melalui kesiapan infrastruktur konektivitas dan sistem jaringan berlapis, PLN Icon Plus memastikan kebutuhan komunikasi dan operasional digital selama

Sigit Budi Riyanto, Rafles
Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Fraksi PAN-PKB DPRD Kota Sawahlunto meminta pemerintah daerah tidak terjebak pada kenaikan postur anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD 2026. Tambahan ruang fiskal, menurut fraksi tersebut, harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Fraksi PAN-PKB dalam Pandangan Umum Fraksi yang dibacakan

Riswan Idris, Rafles