Pramono Anung Ajak Warga Waspada Kebakaran di Musim Kemarau
Jakarta - Spektroom: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Imbauan disampaikan seiring adanya prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi musim kemarau yang lebih panjang, sehingga meningkatkan risiko kebakaran akibat cuaca kering.
Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat melalui perilaku sehari-hari yang lebih disiplin dan peduli terhadap lingkungan.
"Jangan membuang puntung sembarangan yang bisa mengakibatkan kebakaran atau korsleting," ujar Pramono saat ditemui di Jalan Bangka III RT 014/RW 002, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Musim kemarau menyebabkan kondisi lingkungan menjadi lebih kering sehingga api dapat dengan cepat merambat, khususnya di kawasan permukiman yang memiliki jarak bangunan berdekatan. Selain faktor cuaca, kebakaran di Jakarta juga kerap dipicu oleh kelalaian manusia, seperti penggunaan instalasi listrik yang tidak memenuhi standar, korsleting listrik, hingga aktivitas memasak yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik, memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di tempat yang mudah terbakar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus mengintensifkan berbagai program mitigasi kebakaran. Salah satunya adalah penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap Rukun Warga (RW) yang dapat digunakan masyarakat untuk menangani kebakaran pada tahap awal sebelum api membesar.
Selain penyediaan APAR, Pemprov DKI juga menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mencegah kebakaran, penggunaan APAR yang benar, hingga langkah-langkah penyelamatan diri apabila terjadi keadaan darurat. Edukasi dilakukan bersama BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta melibatkan pengurus RT/RW dan relawan kebencanaan di tingkat lingkungan.