Pramuka Dapat Berperan Wujudkan Kedaulatan Pangan
Jakarta-Spektroom: Sekjen Kwartir Gerakan Pramuka, Kak Bachtiar paparan bertajuk "Dari Tunas Muda Ke Kedaulatan Pangan", kegiatan penguatan program pembinaan anggota dewasa di aula Sarbini Taman rekreasi wiladatika Cibubur (7/5/2026).
"Pendidikan generasi muda saat ini menentukan masa depan bangsa, terutama dalam hal kemandirian pangan. Setiap tunas yang kita didik hari ini menentukan apakah bangsa ini akan berdiri mandiri atau tergantung di masa depan," ujar Kak Bachtiar.
Kedaulatan pangan syarat mutlak bagi kemerdekaan dan ketahanan suatu bangsa. Tanpa kemampuan produksi pangan sendiri, sebuah bangsa rentan terhadap krisis global tekanan eksternal.
Hal ini sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto yang menilai produksi pangan sebagai sektor strategis bagi keberlangsungan negara.

"Pangan bukan sekadar kebutuhan konsumsi melainkan juga berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga menjaga stabilitas sosial-ekonomi serta memperkuat kemandirian nasional. Oleh karena itu ketahanan pangan harus mencakup ketersediaan,akses pemanfaatan dan stabilitas yang berkelanjutan," jelas Kak Bachtiar.
Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan serius di sektor pangan mulai dari fungsi lahan, minat generasi muda menjadi petani hingga dampak perubahan iklim. Selain itu ketergantungan terhadap import komoditas pangan tertentu juga menjadi perhatian dalam upaya mencapai swasembada pangan.
"Dalam konteks itu Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan pembentukan karakter generasi muda. Melalui pendekatan pendidikan berbasis pengalaman langsung di alam, Pramuka dapat menanamkan nilai kemandirian, kepedulian lingkungan serta ketrampilan praktis dalam pengelolaan lahan," ungkap Sekjen Kwarnas.
Pramuka tidak hanya membentuk karakter tetapi menjadi Gerakan nyata dalam menyelamatkan masa depan pangan bangsa. Seluruh pihak memulai langkah nyata dari lingkungan terdekat mulai dari sekolah, mulai dari siswa dan mulai dari sekarang,