Pramuka putri Harus Berani Memimpin, Bangun Kompetensi, Integritas dan Semangat Pengabdian

Repost biroadpim.lampungprov.go.id

Pramuka putri Harus Berani  Memimpin, Bangun Kompetensi, Integritas dan Semangat Pengabdian
Kakwarda Lampung Jihan Nurlela (Kiri) menjadi narasumber pada kegiatan Pimpinan Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. (Foto Biro Adpim Lampung).

Cibubur - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung, Jihan Nurlela, mendorong anggota Gerakan Pramuka, khususnya Pramuka putri, harus berani mengambil peran dalam kepemimpinan dengan membangun kompetensi, integritas, kepedulian, dan semangat pengabdian.

Hal tersebut disampaikan Jihan saat menjadi narasumber pada kegiatan Pimpinan Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 bertema “Pramuka dan Pemimpin Perempuan dalam Kepemimpinan Bangsa: Dari Sanggar ke Panggung Pengabdian” di Gedung Cut Nyak Dhien, Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026).

Dihadapan peserta Jamnas, Jihan mengatakan kepemimpinan tidak dimulai dari jabatan maupun popularitas, tetapi dibentuk melalui keberanian untuk belajar, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kesediaan mengambil tanggung jawab, dan kemauan memberikan manfaat bagi orang lain.

Menurutnya, Gerakan Pramuka menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk karakter kepemimpinan sejak dini. Melalui berbagai kegiatan dalam regu, anggota Pramuka belajar memimpin dan dipimpin, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, bekerja sama, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, hingga membantu sesama.

“Kepemimpinan tidak dimulai dari jabatan. Kepemimpinan dimulai dari keberanian untuk belajar, kesediaan untuk peduli, dan kemauan untuk mengabdi,” ujar Jihan.

Jihan menegaskan bahwa kemampuan seseorang untuk memimpin tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh karakter, kompetensi, integritas, keberanian, dan kepedulian yang dimiliki.

“Yang menentukan seseorang layak memimpin bukan apakah ia laki-laki atau perempuan, tetapi apakah ia memiliki karakter, kompetensi, integritas, keberanian dan kepedulian,” katanya.

Karena itu, Jihan mendorong Pramuka putri untuk tidak menjadikan identitas sebagai perempuan sebagai batas dalam meraih cita-cita maupun mengambil ruang kepemimpinan. Menurutnya, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang.

Jihan mengakui perjalanan perempuan menuju kepemimpinan tidak selalu mudah. Keraguan, stereotip, tuntutan sosial, hingga kritik terhadap keputusan yang diambil dapat menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Namun, Kakwarda Lampung ini mengajak Pramuka putri untuk tidak menghabiskan energi membuktikan kemampuan hanya melalui kata-kata. Menurutnya, kompetensi, integritas, kinerja, konsistensi, dan keteladanan menjadi cara yang lebih kuat untuk membangun kepercayaan.

“Tidak semua keraguan harus kita jawab dengan kata-kata. Sebagian cukup kita jawab dengan karya,” ungkapnya.

Selain keberanian mengambil peran, Jihan juga berpesan agar anggota Pramuka tidak takut mengalami kegagalan dalam proses belajar. Menurutnya, kegagalan dapat menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, mencoba kembali, dan membentuk pribadi yang lebih matang.

“Jangan takut salah ketika belajar. Yang perlu kita takutkan adalah berhenti belajar karena takut salah,” pesannya.

Lebih lanjut, Jihan mengatakan pemimpin masa depan perlu memiliki kemampuan beradaptasi, literasi digital, kreativitas, inovasi, komunikasi, serta kemampuan bekerja lintas sektor. Berbagai kemampuan tersebut, menurutnya, tetap harus dibangun di atas karakter dan integritas.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Jihan, telah diperkenalkan melalui proses pembinaan dalam Gerakan Pramuka. Perjalanan dari sanggar hingga pengabdian menjadi proses yang membentuk berbagai karakter kepemimpinan.

“Pramuka bukan hanya mencetak anggota. Pramuka mencetak karakter. Karakter melahirkan kepercayaan, kepercayaan melahirkan kepemimpinan, dan kepemimpinan melahirkan pengabdian,” ujar Jihan.(@Ng).

Berita terkait

Porprov XVI Sumbar 2-14 Oktober, Mentawai Jadi Tuan Rumah 5 Cabor

Porprov XVI Sumbar 2-14 Oktober, Mentawai Jadi Tuan Rumah 5 Cabor

Padang-Spektroom : Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat dipastikan digelar pada 2-14 Oktober 2026. Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu tuan rumah bersama dan akan menjadi lokasi pertandingan lima cabang olahraga. Kepastian jadwal dan kesiapan Mentawai tersebut diapresiasi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Menurutnya, keseriusan Pemkab Mentawai dalam mempersiapkan penyelenggaraan menjadi

Diah Utami, Julianto