Presiden Prabowo Tegaskan Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Nasional, Target Tuntas dalam 3 Tahun

Presiden Prabowo Tegaskan Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Nasional, Target Tuntas dalam 3 Tahun
TPST Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, beroperasi sejak 1989 terbesar di Asia Tenggara dikelola oleh Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup (UPST DLH ) DKI. (Foto : DLH DKI)

Jakarta - Spektroom : Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kerisauan Presiden Prabowo Subianto mengenai permasalahan sampah yang belum terselesaikan di Indonesia.

Kerumitan dan panjangnya proses perizinan untuk mendirikan fasilitas pengolahan sampah menjadi akar permasalahan

Hal itu disampaiksn Zulhas pada Gerakan Pilah Sampah di kawasan Rasuna Said, sekaligus pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, Minggu (10/5/2026)

Menurur Zulhas, Kepala negara sangat prihatin melihat kondisi sampah yang tersebar di mana-mana meskipun teknologi untuk pengelolaan sampah sudah banyak dan beragam.

Untuk mengatasi kendala tersehut Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 guna memangkas proses perizinan pengelolaan sampah.

"Diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah dan mendorong investasi teknologi pengolahan yang lebih efektif" ujarnya

Pemerintah saat ini sedang fokus menangani permasalahan sampah di 71 kota yang tersebar di 22 aglomerasi menghadapi kondisi darurat sampah yang memerlukan penanganan segera. Diantaranya Bantargebang, Tangerang Selatan, dan Bandung.

"Pemerintah menargetkan penyelesaian darurat sampah tersebut pada tahun 2028. untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat" tegas Zulhas.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat gerakan pengurangan sampah dari sumbernya. Melalui deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, gerakan memilah sampah dari rumah menjadi langkah paling penting untuk menekan timbulan sampah Jakarta yang setiap harinya terus meningkat.

"Hampir separuh sampah Jakarta merupakan sampah organik, sementara lainnya masih memiliki potensi untuk didaur ulang. Mayoritas timbulan sampah tersebut berasal dari rumah tangga".ujar Dudi di Jalan Rasuna Said, Jakarta.

Terkait hal itu, mulai 1 Agustus 2026, Dinas Lingkungan Hidup DKI menetapkan kebijakan bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang hanya menerima sampah residu untuk mengatasi darurat sampah. Warga diwajibkan memilah sampah dari rumah untuk mengurangi beban di Bantar Gebang

"Gerakan memilah sampah organik, anorganik, B3 rumah tangga, dan residu dari sumber merupakan langkah sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Dudi.

Berita terkait

Kakankemenag Sawahlunto: Pendidikan RA Harus Berbasis Cinta, Bermain, dan Penguatan Karakter Sejak Dini

Kakankemenag Sawahlunto: Pendidikan RA Harus Berbasis Cinta, Bermain, dan Penguatan Karakter Sejak Dini

Sawahlunto–Spektroom : Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa pendidikan di jenjang Raudhatul Athfal (RA) harus berorientasi pada pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berlandaskan kasih sayang. Menurutnya, anak usia dini perlu diberikan ruang untuk tumbuh melalui pengalaman belajar yang sesuai dengan

Riswan Idris, Rafles
Sawahlunto Bentuk Rintisan Saka Anti Narkotika, Wawako Jeffry Gandeng BNN Perkuat Benteng Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

Sawahlunto Bentuk Rintisan Saka Anti Narkotika, Wawako Jeffry Gandeng BNN Perkuat Benteng Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan pembinaan generasi muda. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kwartir Cabang (Kwarcab) 11 Gerakan Pramuka Sawahlunto dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sawahlunto tentang pembentukan Rintisan Saka Anti Narkotika. Penandatanganan kerja

Riswan Idris, Rafles
Dihadapan Komisi II DPR RI, Gubernur Ansar Ahmad: Visi Kami adalah Mewujudkan Kepri yang Maju, Makmur dan Merata

Dihadapan Komisi II DPR RI, Gubernur Ansar Ahmad: Visi Kami adalah Mewujudkan Kepri yang Maju, Makmur dan Merata

Tanjungpinang-Spektroom : Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Kepulauan Riau (Kepri) bertujuan melaksanakan fungsi pengawasan selaku wakil rakyat terhadap pelaksanaan tugas Gubernur sebagai Kepela Daerah sekaligus wakil pemerintah pusat di daerah. Rombongan dipimpin Ketua Komisi II DPR RI, Rifqizamy Karsayuda, didampingi Wakil Meteri Dalam Negeri,Wakil Menteri Agraria dan

Desmawati, Rafles
ссс