Kirab Pokdarwis Jawa Tengah di Solo, Dorong Kolaborasi Pengembangan Wisata Daerah

Kirab Pokdarwis Jawa Tengah di Solo, Dorong Kolaborasi Pengembangan Wisata Daerah
Suasana Kirab Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) se Jateng di Solo. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Barisan prajurit keraton, wayang orang, kesenian tradisional, busana batik dan lurik, hingga beragam produk unggulan daerah mewarnai kemeriahan Kirab Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Jawa Tengah yang berlangsung di Kota Solo, Minggu (10/5/2026).

Kirab yang melintas di sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga Kampung Batik Kauman Solo tersebut menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Beragam atraksi budaya dan potensi wisata dari berbagai daerah di Jawa Tengah tampil layaknya etalase berjalan yang menggambarkan kekayaan budaya dan destinasi wisata daerah masing-masing.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, menyampaikan kegiatan kirab merupakan puncak rangkaian Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah 2026 yang digelar selama dua hari di Kota Solo.

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi Pokdarwis dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Selain mengikuti forum komunikasi, peserta juga diajak mengunjungi berbagai spot wisata di Kota Solo sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata Solo kepada daerah lain,” ungkap Maretha kepada Spektroom.

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi wadah pertukaran gagasan dan strategi pengembangan wisata daerah, termasuk bagaimana memperkuat keberadaan Pokdarwis agar semakin kreatif dan adaptif terhadap perkembangan pariwisata.

Ia menilai keberadaan Pokdarwis di tingkat kelurahan, khususnya di Solo, sebenarnya sudah cukup baik dan memiliki berbagai kegiatan budaya maupun pengembangan kampung wisata. Namun, perlu dilakukan penguatan kembali melalui strategi rebranding dan kolaborasi antarwilayah.

“Pengembangan wisata tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kelurahan maupun kecamatan harus saling berkolaborasi untuk menciptakan paket wisata yang lebih lengkap dan menarik bagi wisatawan,” jelasnya.

Salah satu regu peserta Kirab Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Jawa Tengah yang berlangsung di Kota Solo, Minggu (10/5/2026). Foto: Ciptati Handayani.

Maretha mencontohkan sejumlah kampung wisata di Solo yang telah berkembang dan menjadi destinasi unggulan, seperti Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan, dan Kampung Kemlayan.

Menurutnya, kampung-kampung dengan potensi budaya, tradisi, dan ciri khas etnik dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis walking tour maupun wisata budaya.

“Kalau dikemas bersama dengan spot foto, pusat oleh-oleh, kuliner, dan atraksi budaya lainnya, wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Wakil Walikota Solo Astrid Widayani, dengan penunjukan Solo sebagai tuan rumah Forum Komunikasi Pokdarwis diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam pengelolaan wisata berbasis kelurahan dan masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan kementerian menjadi kunci penting untuk menciptakan integrasi pariwisata yang berkelanjutan. Melalui forum komunikasi ini diharapkan muncul kolaborasi antardaerah dalam membuat paket wisata bersama sehingga potensi wisata di Jawa Tengah bisa semakin berkembang,” ucap Astrid.

Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah 2026 sendiri diikuti ratusan Pokdarwis dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah sebagai wadah memperkuat jejaring, promosi, dan pengembangan wisata berbasis masyarakat. (Ciptati Handayani)

Berita terkait

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto meninjau kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus rencana pembangunan jembatan penghubung Kampung Cubadak-Kampung Sipirok, Senin (14/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta mematangkan perencanaan teknis kedua program pembangunan tersebut. Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Rafles
Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Ambon-Spektroom : Aktivitas Galian C di Desa Poka, Kota Ambon, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. Ia meminta DPRD dan Pemerintah Kota Ambon tidak sekadar membicarakan persoalan tersebut, tetapi segera memastikan dampaknya terhadap lingkungan melalui kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Bodewin menyampaikan hal itu usai Rapat Paripurna ke-5

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс