Sanggar Tari Jagadhita Batang Menggelar Lenggang Pesona yang ke-7

Sanggar Tari Jagadhita Batang Menggelar Lenggang Pesona yang ke-7
Sanggar Jagadhita Batang menggelar Lenggang Pesona yang ke-7 di pendapa Kabupaten Batang, Minggu 10 Mei 2026. (Foto: Sigit)

Batang-Spektroom: Sanggar Jagadhita Batang menggelar Lenggang Pesona yang ke-7, mengetengahkan ragam tarian tradisional dari Batang maupun luar daerah.

Kegiatan ini sebagai media untuk menakar sejauh mana kemampuan tari anak didik, di pendapa Kabupaten Batang, Minggu 10 Mei 2026.

Ketua Sanggar Jagadhita, Adilah Endarini menampilkan kemampuan tari dari 200 anak didik, baik jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi yang terbagi dalam 30 kelompok.

Ragam tari antara lain Jalak Pito, Kitiran, Bumi Langit, Candik Ayu, Kakap Ujungnegoro, Jaipong Sancang, Dugderan, Soroting Lintang, Angguk Jos.

"Lenggang Pesona ke-7 ini kami fokus ke tarian khas Batang dan luar daerah. Berbeda dengan Lenggang Pesona ke-6 lalu fokus ke tarian karya Sanggar Jagadhita," terangnya.

Gelaran ini untuk melihat capaian anak didik di hadapan 10 pelatih. Selain itu, melalui tarian yang dipersembahkan, mendidik generasi muda memiliki rasa mencintai kebudayaan Nusantara.

"Alhamdulillah anak-anak didik kami menampilkan tarian terbaiknya, setelah berlatih selama lima bulan. Ini sebuah kebanggaan, karena bisa tampil di hadapan orang tua mereka," sanjungannya.

Terkait dengan prestasi, Sanggar Jagadhita Batang telah banyak mengikuti perlombaan maupun pagelaran tari baik tingkat lokal, provinsi maupun nasional.

"Pernah tampil pada even-even di Semarang, Wonogiri, bahkan yang paling spektakuler tampil dalam gelaran Parade Tari di Taman Mini Indonesia Indah tahun 2018 silam," bebernya.

Salah satunya, Sahira bersama tim telah mempersiapkan Tari Bumi Langit dari Jawa Barat selama beberapa waktu untuk dipersembahkan kepada pelatih dan kedua orang tuanya.

Hobinya menari telah disalurkan dengan bergabung sebagai anggota Sanggar Jagadita sejak usia lima tahun saat taman kanak-kanak hingga kini duduk di bangku SMP. Diakuinya, selama dilatih banyak ilmu seni tari yang didapat dengan segala keunikannya.

"Gabung di Jagadhita karena memang suka nari dan pingin melestarikan budaya Indonesia, sampai sekarang udah pernah nari Batik Gringsing, Simo Gringsing, Denok Deblong, Tari Semut," bebernya.

Untuk mengasah kemampuannya, ia bersama tim telah mengikuti sejumlah ajang pergelaran tari, baik di Semarang bahkan even khusus di Jakarta.

"Terus terang Tari Bumi Langit yang lumayan sulit, tapi bisa ditampilkan berkat telaten berlatih," ujarnya.

Meski ia bersama tim telah menguasai beberapa tari, namun sebagai generasi penerus, ada satu tarian tradisional yang belum bisa dikuasai secara maksimal.

"Yang masih terus dipelajari itu, Tari Gambyong, karena pakemnya lumayan susah," tandasnya.

Berita terkait

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto meninjau kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus rencana pembangunan jembatan penghubung Kampung Cubadak-Kampung Sipirok, Senin (14/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta mematangkan perencanaan teknis kedua program pembangunan tersebut. Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Rafles
Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Ambon-Spektroom : Aktivitas Galian C di Desa Poka, Kota Ambon, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. Ia meminta DPRD dan Pemerintah Kota Ambon tidak sekadar membicarakan persoalan tersebut, tetapi segera memastikan dampaknya terhadap lingkungan melalui kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Bodewin menyampaikan hal itu usai Rapat Paripurna ke-5

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс