Prodi Sastra Ditutup, Lulusan Hanya Jadi Sekrup

Prodi Sastra Ditutup, Lulusan Hanya Jadi Sekrup
Flyer Spektroom

Oleh: DR. Satrio BW - Dosen Magister BK UMM Lampung

Metro - Spektroom: Rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) bikin heboh: menutup program studi di kampus. Khususnya prodi yang dianggap sudah tidak relevan.

Kita semua tahu ukuran yang digunakan kementrian : tidak cocok dengan delapan industri strategis nasional. Mulai dari ketahanan pangan, energi, sampai hilirisasi.

Kini negara merasa butuh banyak insinyur. Butuh ahli kecerdasan buatan. Bukan sekadar pemikir teori. Tentu banyak yang melawan. Terutama kaum idealis di kampus. Mereka protes keras: kampus itu bukan pabrik. Kampus itu tempat merawat peradaban.

Kalau prodi sastra, sejarah, filsafat, ditutup, kita jadi apa? Cuma jadi sekrup mesin industri. Efisien tapi miskin jiwa. Ki Hadjar Dewantara bisa menangis di alam sana.

Ilustrasi Foto (Dok. Humas UM Metro Lampung

Tapi kubu pragmatis juga punya alasan kuat. Sangat realistis. Buat apa buka prodi kalau lulusannya berujung jadi pengangguran?

Itu namanya membakar uang. Uang negara habis. Uang orang tua mahasiswa menguap sia-sia. Anda lihat data ini: ngeri. Tiap tahun kampus kita mencetak 490.000 sarjana pendidikan. Semuanya calon guru.

Padahal lowongan guru baru cuma 20.000 setahun. Bayangkan: 470.000 sarjana sisanya mau kerja apa? Menumpuk. Jadi pengangguran terdidik.

Atau terpaksa rela jadi honorer bergaji memprihatinkan. Pasar tenaga kerja menjadi rusak parah. Sekolah bisa menggaji guru semaunya. Jadi harus bagaimana? Menutup mata pada pasar tenaga kerja, jelas konyol.

Tapi mematikan ilmu humaniora hampir sama dengan bunuh diri peradaban. Maka harus ada jalan tengah. Antara idealis – pragmatis. Mematikan prodi menjadi alternatif terakhir.

Relevansi bisa dicari di lapangan. Salah satunya mungkin dengan mengubah cara belajarnya. Mengubah isi pelajarannya. Agar yang dipelajari tetap relevan dengan kebutuhan industri.

Sekat kaku antar fakultas mungkin bisa dihilangkan. Mahasiswa sejarah boleh mengambil sertifikasi ahli data misalnya. Atau keamanan siber. Atau spesifikasi hukum adat terkait budaya.

Begitu lulus dia tidak hanya memiliki keahlian dibidang sejarah. Otaknya berisi ilmu peradaban. Tangannya tangkas siap diserap industri.

Prodi yang oversuplai lulusan, jangan dibiarkan liar. Pemerintah bisa mengatur kuota penerimaannya secara nasional. Pakai data. Harus ketat. Kampus abal-abal bisa dicabut izin prodinya.

Kampus masa depan memang harus realistis. Tetap menjaga kemanusiaan, tapi haram menciptakan pengangguran.(@Ng).

Berita terkait

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Batam-Spektroom : Menghadapi perkembangan dunia digital kedepan, penting bagi pelajar diberikan Pembinaan Budi Pekerti, menanamkan nilai nilai moral kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas dan bertangngung jawab. SMP Negeri 1 Batam melaksanakan Pembinaan Budi Pekerti menghadirkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (TP-PKK) sebagai Narasumber sekaligus

Desmawati, Rafles
UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

Tanah Datar–Spektroom : Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Kali ini, UNP menggelar pelatihan peningkatan literasi digital, keuangan, dan perpajakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,

Riswan Idris, Rafles
Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Tanah Datar–Spektroom : Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan pemerintah, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak berhenti pada gagasan-gagasan di atas kertas. Setiap inovasi, katanya, harus berujung pada perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan itu

Riswan Idris, Rafles
Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Ambon-Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar, meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 pada kategori Dampak Sosial Terbesar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfat bagi masyarakat. Penghargaan diterima dalam ajang apresiasi yang digelar Partai Perindo sebagai bentuk pengakuan terhadap

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс