Program Studi Geografi Universitas Jember Kerjasama dengan BMKG Banyuwangi

Program Studi Geografi Universitas Jember Kerjasama dengan BMKG Banyuwangi
Kerjasama secara daring Prodi Geografi FKIP Universitas Jember dengan BMKG Banyuwangi. (foto: humas unej)

Jember-Spektroom : Guna memantapkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Banyuwangi. Sinergi institusi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Senin (20/7/2026).

Kerja sama yang disepakati akan berlangsung selama lima tahun ke depan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berdasarkan dokumen Implementation Agreement, ruang lingkup kesepakatan mencakup program pendidikan seperti pelaksanaan kuliah tamu, kuliah praktisi, dan magang mahasiswa di lingkungan BMKG. Selain itu, kolaborasi ini juga menyasar bidang penelitian terkait meteorologi, klimatologi, geofisika, dan mitigasi bencana, serta program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada edukasi kesiapsiagaan bencana dan literasi iklim bagi masyarakat luas.

Dekan FKIP UNEJ, Dr. Mohamad Naim, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi ini.

"Kami sangat mengapresiasi kesediaan BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi untuk menjadi mitra strategis FKIP UNEJ. Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan kami, agar sivitas akademika FKIP UNEJ semakin adaptif dan mampu berkontribusi aktif dalam merespons isu-isu lingkungan dan kebencanaan," ungkapnya.

Menyambut baik kerja sama tersebut, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Teguh Tri Susanto, S.Si., M.T., menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung dunia pendidikan.

"BMKG senantiasa terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Kami berharap fasilitas, data, dan informasi yang ada di stasiun kami dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber belajar dan penelitian. Sinergi ini sangat penting untuk melahirkan riset inovatif dan memperkuat literasi informasi cuaca, iklim, serta gempa bumi bagi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Prodi Pendidikan Geografi UNEJ, Prof. Dr. Dra. Sri Astutik, M.Si., menyoroti dampak langsung kerja sama ini bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.

"Melalui implementasi kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Geografi UNEJ akan mendapatkan pengalaman berharga untuk turun ke lapangan, magang, dan belajar langsung dari para praktisi ahli di BMKG. Harapannya, kegiatan ini mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mitigasi bencana hidrometeorologi, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat," jelas Prof. Astutik.

Dengan ditandatanganinya PKS dan IA ini, kedua belah pihak berharap seluruh rancangan program, baik di ranah riset kolaboratif maupun edukasi kebencanaan, dapat segera direalisasikan. Kerja sama antara UNEJ dan BMKG Banyuwangi ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana dan tanggap terhadap perubahan iklim.

Berita terkait

Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI, BPBD Jember Laksanakan Upacara Penurunan Bendera

Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI, BPBD Jember Laksanakan Upacara Penurunan Bendera

Jember – Spektroom: Sebanyak 30 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengikuti upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Nusantara Jember, Senin (17/8/2026). Mengenakan seragam lapangan berwarna oranye, para personel BPBD mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat.

Budi Sucahyono, Bian Pamungkas
Tiga Ribu 170 Warga Binaan NTB Terima Remisi, Gubernur Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah

Tiga Ribu 170 Warga Binaan NTB Terima Remisi, Gubernur Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah

Lombok Barat-Spektroom : Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu membawa kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di seluruh Lapas dan Rutan di NTB. Tahun ini, sebanyak 3.170 narapidana dan anak binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan kado istimewa berupa remisi umum dan

Marsam Putrangga, Julianto