Trending

Progres Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Ditargetkan Rampung Pertengahan November

Progres Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Ditargetkan Rampung Pertengahan November
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi : Pembangunan rumah pompa dan infrastruktur pendukung pengendalian banjir di Kota Surabaya memasuki tahap akhir. (Foto : Diskominfo Pemkot SBY).

Surabaya-Spektroom :Pembangunan rumah pompa dan infrastruktur pendukung pengendalian banjir di Kota Surabaya memasuki tahap akhir. Hingga akhir Oktober 2026, progres pengerjaan telah mencapai 90 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan November, sebelum curah hujan meningkat pada Desember mendatang.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pekerjaan yang masih berlangsung terutama penyambungan pipa menuju sungai. Koneksi tersebut menjadi bagian penting agar rumah pompa dapat segera dioperasikan untuk membantu mengurangi genangan di sejumlah kawasan rawan banjir.

“Sekarang progresnya sudah 90 persen. Targetnya pertengahan November selesai, karena yang masih dikerjakan terutama penyambungan pipa menuju sungai. Yang terpenting, koneksinya diselesaikan terlebih dahulu supaya rumah pompa bisa segera dioperasikan,” kata Eri, Kamis (29/10/2026).

Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian Pemkot Surabaya meliputi Tanjungsari, Simokalangan, Simorejo, Margorejo, Nginden Jangkungan, dan Rungkut. Beberapa wilayah tersebut telah lama menghadapi persoalan genangan setiap kali hujan turun.

Eri menjelaskan, penanganan banjir dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan kemampuan anggaran daerah. Sebelumnya, Pemkot Surabaya memprioritaskan kawasan Benowo, Pakal, dan Dukuh Kupang yang memiliki persoalan genangan cukup serius.

Di Dukuh Kupang, misalnya, genangan disebut telah berlangsung hampir 60 tahun berdasarkan cerita warga. Setelah penanganan di kawasan tersebut, pemerintah melanjutkan pembenahan di sejumlah titik lain, termasuk Margorejo, depan Universitas Surabaya (Ubaya), AWS, Tanjungsari, dan Simokalangan.

Selain membangun rumah pompa, Pemkot Surabaya juga membenahi saluran air di lingkungan permukiman. Menurut Eri, keberadaan rumah pompa tidak akan optimal apabila saluran air tidak berfungsi dengan baik.

“Penanganan genangan ini tidak cukup hanya mengandalkan rumah pompa, tetapi saluran airnya juga harus berfungsi dengan baik agar air bisa mengalir lancar,” ujarnya.

Pembenahan juga mencakup persoalan infrastruktur lingkungan, seperti jalan ambles setelah hujan. Pemerintah mengajak warga bergotong royong memperbaiki kerusakan melalui mekanisme swakelola agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Di sisi lain, Eri menegaskan kontraktor yang terlambat menyelesaikan pekerjaan akan mendapat peringatan sesuai ketentuan kontrak. Jika tenggat waktu terlampaui tanpa penyelesaian, pemerintah dapat memutus kontrak dan menjatuhkan sanksi daftar hitam atau blacklist.

Pemkot Surabaya berharap pembangunan selesai sesuai jadwal sehingga rumah pompa dapat segera beroperasi dan membantu mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

Berita terkait

Buka ICESAS 2026, Lewerissa Dorong Riset dan Kolaborasi untuk Pembangunan Maluku Berkelanjutan

Buka ICESAS 2026, Lewerissa Dorong Riset dan Kolaborasi untuk Pembangunan Maluku Berkelanjutan

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan lingkungan, pengembangan pertanian, dan penguatan ketahanan pangan. Hal tersebut disampaikan Lewerissa saat membuka The 2nd International Conference on Environmental Sciences, Agriculture, and Sustainability (ICESAS)

Eva Moenandar, Rafles