Promosi Doktor Program Study Ilmu Perikanan Pascasarjana UMI Makassar
Spektroom - Penangkapan mini purse seine yang beroperasi sepanjang tahun, sangat tergantung pada rumpon untuk mengumpulkan ikan pelagis, tetapi penempatan rumpon yang tidak optimal tanpa mempertimbangkan distribusi spesial klorofil-a dan suhu permukaan laut menyebabkan inefisiensi dan resiko keselamatan nelayan.
Dampaknya tangkap mini purse saine di perairan kawasan timur seperti di perairan Kabupaten Buru Provinsi Maluku, menghadapi tantangan berkelanjutan akibat fluktuasi produksi ikan pelagis kecil, perubahan musim dan ketergantungan pada rumpon sebagai alat bantu penangkapan.
Hal itu diungkapkan Muhammad Ikbal Zakariah dalam disertasinya tentang Strategi pengelolaan perikanan tangkap mini purse seine yang berkelanjutan di perairan Kabupaten Buru Provinsi Maluku, ketika mengikuti Gelar uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor pada Program Study Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Pada Program Pascasarjana UMI Makassar, Kamis, (22/01/2026) di Kampus Pascasarjana UMI Urip Sumaharjo Makasar.
Gelar Uji kompetensi berlangsung dalam suatu Rapat senat terbuka dipimpin Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum. dengan penguji Prof. Dr. Ir. Ihsan, MS., Prof. Dr. Abdul Rauf, MS.i. Dr.Andi AsriAsri, Dr. Ir. Ernaningsih, MP,
Sementara Penguji External Prof. Dr. Musbir, MPMP dan penguji lintas ilmu Dr. Ir. Nurhayati Rauf Asean Eng, sementara Co Promotor 2 Dr. Ir. Jamal Alwi, MS.i., Co Promotor 1 Dr. Ir. Kasmawati, MSi dan Promotor Prof. Dr. Ir. Kasnir.
Menurut Muhammad Ikbal Zakariah, data produksi dari Dinas Perikanan Kabupaten Buru tahun 2023 menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan layang dan ikan tongkol mengalami penurunan yang cukup drastis dari angka 2.025,25 ton pada tahun 2018 menjadi 1.075,28 ton pada tahun 2019, meski naik kembali pada tahun 2022 menjadi 1.882,83 ton.
Fluktuasi ini tambah Muhammad Ikbal Zakariah yang berhasil meraih nilai Pujian, tidak hanya mengancam pendapatan nelayan tetapi juga menandakan potensi overeksploitasi sumber daya ikan, dimana tingkat pemanfaatan mencapai 8.414,23 ton pada ahir 2019 dari potensi biomassa keseluruhan 20.908,87 ton per tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan 10.435,55 ton pertahun.
"Kondisi ini memerlukan perlunya strategi pengolahan yang holistik untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan terutama di wilayah yang luasnya mencakup 1.972,5 km dan garis pantai 232,18 km dimana mini purse seine menjadi alat tangkap dominan untuk ikan pelagis kecil" ujarnnya.
Kedepan jelas Muhammad Ikbal Zakaria yang juga seorang dosen di Universitas Iqra Buru, pengelolaan perikanan tangkap mini purse seine di Kabupaten Buru perlu diarahkan pada pengendalian upaya penangkapan berbasis MSY, penataan zonasi dan jumlah rumpon serta penegakan hukum yang konsisten.
"Hal itu juga harus disertai penguatan kelembagaan nelayan melalui skema co-managemen peningkatan akses pasar dan teknologi ramah lingkungan serta pemanfaatan informasi oseanografi berbasis musim sebagai dasar pengambilan keputusan guna menjamin keberlanjutan sumber daya ikan pelagis kecil dalam jangka panjang" pungkasnya.