Proses Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Dipercepat Pasca Gempa NTT
Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan dampak bencana gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dengan mempercepat identifikasi kerusakan infrastruktur sumber daya air serta dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan pascabencana dilakukan secara cepat dengan memprioritaskan keselamatan masyarakat serta memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera ditangani.
“Kami terus melakukan identifikasi dan penanganan terhadap infrastruktur yang terdampak gempa. Yang utama adalah memastikan keselamatan masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar di lokasi terdampak, serta segera menyiapkan langkah penanganan agar fungsi infrastruktur dapat kembali berjalan,” kata Menteri Dody di Jakarta, Jumat (31/8/2026)
Hingga 20 Agustus 2026, kerusakan pada sejumlah jaringan irigasi di wilayah NTT telah teridentifikasi di antaranya pada Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan Lanjutan yang mengalami kerusakan pada struktur beton bertulang bangunan bagi, saluran, talang, badan jalan inspeksi, serta rumah jaga. Pada DI Mbay Kiri Lanjutan, teridentifikasi juga kerusakan saluran tersier sepanjang 250 meter serta patahan di tiga titik dengan luas lahan terdampak sekitar 175 hektare.
Sementara pada Sub DI Wae Cecu di DI Wae Mantar ditemukan kerusakan saluran primer sepanjang 100 meter akibat longsor. Kerusakan akibat longsoran tebing juga ditemukan pada saluran primer sepanjang 650 meter di Sub DI Wae Mau/Satarmese di DI Wae Mantar.

Selain identifikasi kerusakan infrastruktur, Kementerian PU juga terus memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak. Di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai telah dilakukan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter ke posko pengungsian.
Dukungan air bersih juga dilakukan di Desa Berangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai sebanyak total 20.000 liter yang disalurkan masing-masing 5.000 liter untuk pengungsian mandiri, 5.000 liter ke Kodim Reok, dan 10.000 liter ke Polsek Reok. Selain air bersih, Kementerian PU juga turut melakukan distribusi air mineral sebanyak 150 dus di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.
Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan dan identifikasi terhadap infrastruktur yang terdampak bencana sebagai dasar penanganan lebih lanjut, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak sesuai dengan kondisi lapangan.