PT.Pelni Jayapura Perketat Administrasi Calon Penumpang Untuk Kenyamanan Pelayaran
Jayapura-Spektroom : Pemberlakuan administrasi yang ketat bagi calon penumpang kapal PELNI, termasuk kesesuaian tiket dengan identitas asli, memberikan manfaat utama berupa jaminan keamanan, perlindungan hak asuransi pelayaran, serta pencegahan praktik percaloan yang merugikan.
Oleh Sebab itu, pihak PT Pelni Cabang Jayapura kembali memperketat administrasi bagi setiap calon penumpang untuk memastikan tiket sesuai identitas pemiliknya. Kebijakan tersebut juga untuk menjaga keselamatan penumpang sesuai kapasitas kapal.
Kepala Cabang PT Pelni Jayapura, Daulat Apul Grevasius, menjelaskan, pengetatan kembali aturan dilakukan terhadap seluruh calon penumpang. Pelni tetap mengacu pada prosedur yang berlaku dalam penerbitan tiket dan keberangkatan.
“Kami memperketat supaya semua penumpang yang hendak berangkat memiliki tiket sesuai identitas,” kata Daulat, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, salah satu kendala di Pelabuhan Jayapura adalah penumpang yang membeli tiket menjelang keberangkatan serta ada pula sebagian penumpang memaksakan berangkat ketika tiket sudah habis.
Semestinya, calon penumpang membeli tiket jauh hari sebelum jadwal keberangkatan. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi Pelni Mobile maupun layanan mobile banking yang bekerja sama dengan Pelni.
“Di Pelni Mobile masyarakat bisa melihat jadwal, harga, dan kursi yang masih tersedia. Jadi kami anjurkan membeli tiket jauh-jauh hari,” kata Daulat.

Ia meminta penumpang memilih jadwal berikutnya apabila tiket pada keberangkatan yang diinginkan sudah habis, sebab kapasitas kapal dibatasi regulasi untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang.
“Kalau tidak mendapat kesempatan berangkat, pilih jadwal berikutnya dan Jangan memaksakan berangkat karena kapasitas kapal sudah terbatas," tegasnya.
Untuk kapal tipe 2.000, kapasitas normal mencapai 1.969 penumpang. Kapasitasnya dapat mencapai sekitar 2.500 penumpang jika mendapat dispensasi.
Sementara kapal tipe 1.000 memiliki kapasitas sekitar 900 penumpang. Kapasitasnya dapat mencapai sekitar 1.400 penumpang jika mendapat dispensasi dari pemerintah.
Daulat mengatakan kepadatan penumpang biasanya meningkat pada periode tertentu. Kondisi tersebut pernah terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli, ketika banyak penumpang datang menjelang keberangkatan.
“Kalau hari-hari biasa aman saja, tapi pada masa peak season seperti akhir Juni dan awal Juli, kondisinya sangat ramai,” tutup Kacab PT. Pelni Jayapura.