Puasa dan Sensitivitas Insulin: Kajian Ilmu Gizi Akademisi UNAIR

Puasa dan Sensitivitas Insulin: Kajian Ilmu Gizi Akademisi UNAIR
Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi, S.Gz., M.Si., Ph.D (foto: pribadi)

Surabaya-Spektroom: Menjalani puasa, baik dalam konteks ibadah Ramadan maupun tren intermittent fasting, dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dilakukan dengan cara yang tepat. Kunci utamanya terletak pada pengaturan waktu makan, kecukupan gizi, serta pemenuhan kebutuhan cairan agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.


Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi, S.Gz., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa puasa Ramadan dan intermittent fasting memang sama-sama mengatur jadwal makan, namun memiliki tujuan yang berbeda. Puasa Ramadan berorientasi pada ibadah, sedangkan intermittent fasting umumnya diterapkan untuk tujuan kesehatan seperti pengendalian berat badan dan metabolisme.


“Meski tujuannya berbeda, keduanya bisa berdampak positif bagi kesehatan jika pola makan dan asupan gizinya seimbang,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).


Ia menekankan pentingnya memperhatikan prinsip gizi seimbang selama berpuasa. Tubuh tetap membutuhkan energi minimal untuk menjaga fungsi organ vital. Karena itu, sahur dan berbuka sebaiknya diisi dengan makanan beragam yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, serta mineral.


Selain itu, pemenuhan cairan menjadi faktor krusial. Kebutuhan minimal delapan gelas air per hari dapat dibagi saat berbuka, malam hari, dan sahur. Konsumsi buah, sayur, serta makanan berkuah juga dianjurkan untuk membantu hidrasi dan menjaga rasa kenyang lebih lama.


“Puasa bisa menjadi momentum memperbaiki pola makan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, jangan sampai asupan kalori terlalu rendah hingga mengganggu kesehatan,” jelasnya.


Mahmud menambahkan, dengan pengaturan makan yang tepat, puasa Ramadan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Keseimbangan antara niat, pola makan, dan kebutuhan tubuh menjadi kunci agar puasa tetap aman dan menyehatkan

Berita terkait

Bodewin Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Ambon Tengah Hadapi Cuaca Kering

Bodewin Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Ambon Tengah Hadapi Cuaca Kering

Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca panas dan kering yang berpotensi memicu kebakaran hutan serta mengganggu ketersediaan air bersih di Kota Ambon. Peringatan tersebut disampaikan Bodewin kepada wartawan usai peluncuran penyaluran bantuan pangan di Gudang Bulog Maluku, Halong, Kota Ambon,

Eva Moenandar, Rafles
Ditengah Efisiensi Anggaran, Pemko Sawahlunto Percepat Perbaikan 16 Ruas Jalan Senilai Rp34,04 Miliar

Ditengah Efisiensi Anggaran, Pemko Sawahlunto Percepat Perbaikan 16 Ruas Jalan Senilai Rp34,04 Miliar

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto tetap menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menekan ruang fiskal pemerintah daerah. Pada 2026, sebanyak 16 paket pekerjaan peningkatan ruas jalan disiapkan dengan total anggaran sekitar Rp34,04 miliar. Pekerjaan tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Silungkang, Lembah Segar, Barangin, dan Talawi.

Riswan Idris, Rafles
Kemenag Sawahlunto Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Guru Diminta Hadirkan Pendidikan yang Memanusiakan

Kemenag Sawahlunto Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Guru Diminta Hadirkan Pendidikan yang Memanusiakan

Sawahlunto-Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui pembinaan guru madrasah yang digelar di Aula Kemenag Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti kepala madrasah dan guru madrasah se-Kota Sawahlunto. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus praktik KBC agar tidak berhenti sebagai

Riswan Idris, Rafles
ссс