Puasa Tarwiyah dan Arafah, Momentum Meneladani Ketaatan Nabi Ibrahim AS
Surakarta – Spektroom: Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah tahun 2026, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, salah satunya menjalankan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar serta sarat makna spiritual.
Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta KH Muhammad Muhtarom M.Pd.I, menjelaskan, puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah atau Senin (25/5/2026), sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau Selasa (26/5/2026).
“Puasa ini bersifat sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan. Umat Islam juga diperbolehkan menjalankan puasa Arafah saja tanpa mendahuluinya dengan puasa Tarwiyah,” ungkap KH Muhtarom kepada Spektroom, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, kedua ibadah sunnah tersebut memiliki makna mendalam karena menjadi sarana bagi umat Islam untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Puasa Tarwiyah dan Arafah berkaitan erat dengan sejarah pengorbanan serta ujian keimanan Nabi Ibrahim AS ketika menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
“Umat Islam melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah untuk meneladani ketaatan serta mengenang ujian berat Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS,” jelasnya.

KH Muhtarom menerangkan, Puasa Tarwiyah memiliki makna perenungan dan persiapan diri. Ibadah ini mengingatkan pada proses Nabi Ibrahim AS dalam merenungkan wahyu dan mempersiapkan diri menghadapi ujian besar dari Allah SWT.
Sementara Puasa Arafah merupakan puncak ibadah sunnah bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Pada saat yang sama, para jamaah haji tengah melaksanakan wukuf di Padang Arafah sebagai salah satu rukun utama ibadah haji.
Selain memiliki nilai keteladanan, kedua puasa sunnah tersebut juga memiliki keutamaan spiritual yang besar. Puasa Arafah diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.
Sedangkan puasa Tarwiyah dipercaya membawa keutamaan berupa pengampunan dosa selama satu tahun sebelumnya.
Karena itu, KH Muhtarom mengajak umat Islam memanfaatkan momentum menjelang Idul Adha untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Melalui puasa sunnah ini diharapkan umat Islam dapat semakin memperkuat keimanan, meneladani kesabaran Nabi Ibrahim AS, serta meningkatkan kualitas ibadah menjelang Hari Raya Idul Adha,” pungkas Ketua Takmir Masjid Agung yang juga Penghulu Tafsir Anom Keraton Surakarta.(Ciptati Handayani)