Publik Harapkan Figur Pemimpin KONI Mampu Angkat Prestasi Olahraga
Spektroom - Menjelang pemilihan Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Barat periode 2025–2029, suhu persaingan mulai terasa.
Sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai figur yang dianggap layak menakhodai organisasi olahraga tertinggi di Kalbar itu. Panitia pemilihan pun memastikan proses administrasi masih berjalan sesuai jadwal.
Ketua Panitia Pemilihan Ketum KONI Kalbar, Brigjen Pol (Purn) Andi Musa, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Minggu siang (23/11/2025), menjelaskan bahwa pendaftaran bakal calon masih dibuka hingga 25 November 2025.
“Kita masih tahap pendaftaran. Nanti setelah ditutup, baru masuk ke tahap verifikasi berkas,” ujarnya singkat.
Sembari proses pendaftaran berlangsung, suara-suara dari berbagai kalangan mulai bermunculan.
Para pemerhati olahraga hingga masyarakat umum berharap KONI Kalbar lima tahun mendatang dipimpin sosok yang benar-benar mampu mengangkat kembali prestasi olahraga daerah, yang belakangan dianggap menurun.
Salah satu tokoh yang ikut menyampaikan pandangan adalah Dr. Firdaus Zarin, M.Si., mantan Sekretaris Umum KONI Kalbar periode 2009–2013.

Kepada media melalui sambungan WhatsApp Minggu sore, Firdaus menegaskan bahwa figur Ketua Umum KONI harus memiliki kapasitas kuat, baik secara manajerial maupun leadership.
“Ketua umum harus siap mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya. Tidak bisa hanya mengandalkan anggaran APBD, karena sistem penganggaran kita sangat bergantung pada proses perencanaan,” jelasnya.
Ia mencontohkan, sering kali kegiatan olahraga harus berjalan sementara anggaran belum turun. Dalam situasi seperti itu, menurut Firdaus, Ketua Umum harus mampu mencari dana talangan agar program pembinaan tidak terhenti.
“Kalau tak siap mental dan komitmen, akan sulit menjalankan roda organisasi,” tambahnya.
Selain persoalan anggaran, Firdaus juga menyoroti faktor lain yang turut memengaruhi turunnya prestasi olahraga Kalbar.
Minimnya pelatih berlisensi, terbatasnya sarana dan prasarana, serta kurangnya political will pemerintah, menurutnya menjadi hambatan nyata.
Ia menyarankan agar ke depan KONI lebih aktif menggandeng pihak ketiga lewat program CSR untuk membantu pemenuhan kebutuhan pelatih maupun fasilitas olahraga.
Firdaus juga menyebut sejumlah cabang olahraga yang dulu menjadi andalan Kalbar meraih medali, seperti balap sepeda, taekwondo, biliar, tinju, hingga terjun payung. Kini Kalbar juga memiliki atlet panjat tebing berprestasi dunia.
“Minimal dalam lima tahun ke depan, KONI mampu mencetak atlet-atlet baru di level menengah nasional,” harapnya.
Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini terdapat dua nama yang sudah mendaftar sebagai calon ketua umum, yakni Syarif Melvin dan Daud Yordan, keduanya merupakan anggota DPD RI. “Dua-duanya mumpuni,” pungkas Firdaus.
Dengan dinamika yang terus berkembang, publik tentu menunggu siapa figur yang akhirnya dipercaya memimpin KONI Kalbar menuju babak baru pembinaan olahraga daerah.