Pulau Penyengat Memiliki Daya Tarik Tersendiri dalam Sejarah dan Budaya Melayu di Kepri
Kepri-Spektroom : Pulau Penyengat adalah pusat sejarah dan kebudayaan Islam Melayu, berjarak sekitar 2 kilometer dengan menggunakan transportasi laut dari kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Di pulau inilah Raja Ali Haji menulis karya besar seperti Gurindam Dua Belas dan kamus bahasa Melayu, yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani sangat tertarik mengunjungi kawasan Pulau Penyengat yang memiliki kekayaan sejarah, Budaya Melayu dan potensi pariwisata yang menjadi bagian penting dari identitas Kepulauan Riau (Kepri).
Ketika mendampingi JAM-Intel, Gubernur Kepri Ansar Ahmad Selasa (25/8/2026) mejelaskan tentang kegiatan pembangunan dan kehidupan masyarakat setempat maupun memperkenalkan kekayaan Sejarah budaya Melayu masa lalu..
Rangkaian kunjungan diawali di Balai Adat Indera Perkasa. Di lokasi tersebut, Ansar memperkenalkan sejarah Kesultanan Riau-Lingga, termasuk silsilah Raja Ali Haji, salah satu tokoh penting dalam perkembangan intelektual dan kebudayaan Melayu.
Ansar juga memperlihatkan maket museum dan Monumen Tugu Bahasa Pulau Penyengat. Ia menjelaskan warisan pemikiran Raja Ali Haji melalui karya monumentalnya, Gurindam Dua Belas, yang menjadi salah satu peninggalan penting dalam perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.
Rombongan melanjutkan perjalanan untuk ziarah ke kompleks makam Raja Hamidah atau Engku Putri serta kemakam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji dan doa sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan perjuangan Raja Ali Haji dalam membangun peradaban serta menjaga identitas budaya Melayu.
Di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat Gubernur Ansar menjelaskan sejarah pembangunan masjid yang menjadi salah satu ikon Pulau Penyengat, termasuk keunikan arsitektur dan ornamen yang menghiasi bangunan tersebut.

Ansar mengatakan, Pulau Penyengat tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga merupakan bagian penting dari kekayaan budaya dan destinasi wisata Kepulauan Riau.
“Pulau Penyengat ini merupakan salah satu jejak penting kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga. Kita ingin memperkenalkan bahwa Kepri memiliki kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan warisan Islam yang sangat kuat, sekaligus memiliki potensi pariwisata yang terus dapat dikembangkan,” ujar Ansar.
Menurut Ansar, pengenalan sejarah dan budaya Pulau Penyengat menjadi bagian dari upaya memperkuat citranya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Pada saat yang sama, upaya tersebut penting untuk menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi mendatang.
Sementara itu, Reda Manthovani merasa terkesan dan menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang terdapat di Pulau Penyengat.
“Sangat terkesan dan Kagum berbagai peninggalan yang masih terjaga menunjukkan besarnya peran Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah Melayu dan perkembangan peradaban di kawasan tersebut,”katanya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Pulau Penyengat secara lebih luas sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan sejarah Kerajaan Melayu, kebudayaan, tradisi intelektual, dan warisan Islam dalam satu kawasan.