Pusat Penjual Mainan Pasar Gembrong Jakarta Timur  Pasca Lebaran Diserbu Anak Anak Borong Mainan

Pusat Penjual Mainan Pasar Gembrong Jakarta Timur  Pasca Lebaran Diserbu Anak Anak Borong Mainan
Mobil mobilan ada yg remote control ada yg gunakan accu sehingga bisa distir dan dinaiki ( spektroom/dd)

Jakarta - Spektroom: Pasar Gembrong yang berlokasi di jalan  Basuki Rahmat  tepatnya depan Mall Basura  Cipinang Jakarta Timur  dikenal sebagai salah satu sentra atau pusat  penjualan mainan anak dengan pilihan yang beragam untuk berbagai usia. Pada hari biasa pasar mainan ini sepi pengunjung. Biasanya jika liburan panjang sekolah pasar Gembrong banyak dikunjungi pembeli dari luar kota. Banyak bis - bis wisata terparkir disana.

Pasca Lebaran ini Pasar Gembrong yang biasanya sepi,  tiba-tiba ramai. Dipenuhi pembeli mainan anak - anak. Ada yang diantar orang tuanya ada yang datang dengan sekelompok teman teman nya. Mereka ingin membeli Mainan dari uang Ampow lebaran yang diberikan kerabatnya.

Risman seorang anak berusia 12 tahun datang bersama 3 orang teman nya yang tinggal tidak jauh dari lokasi pasar mengatakan dirinya setiap habis lebaran pasti ke pasar gembrong untuk menbeli mainan yang dia inginkan " Saya setiap tahun beli mainan disini, klo dulu waktu masih kecil diantar orang tua tapi sekarang sudah bisa beli sendiri bersama teman teman." ucapnya kepada Spektroom/ dd, Jumat pagi (27/3/2026).

Beraneka mainan yang dijual disana (spektroom/dd)

Saat momen libur Lebaran, beragam mainan seperti sepeda anak, pistol-pistolan, hingga mobil-mobilan menjadi buruan. Anak-anak tampak antusias memanfaatkan uang Tunjangan Hari Raya (THR) untuk membeli mainan yang diinginkan.

Di Pasar Gembrong banyak dijual mainan anak dengan pilihan yang beragam untuk berbagai usia. Rata-rata harga mainan di Pasar Gembrong dibanderol  mulai dari Rp10 ribu hingga ratusan ribu rupiah dengan tren mainan yang terus berganti setiap tahun juga turut mempengaruhi penjualan.

Meski begitu, beberapa jenis mainan yang selalu diminatu seperti untuk anak laki-laki, mobil remote control masih menjadi favorit, sementara anak perempuan memilih boneka Barbie dan boneka binatang  atau mainan sejenis.

"Di Pasar Gembrong juga menjual mainan edukatif,biasanya yang membeli ibu ibu yang anaknya menjelang masuk Sekolah TK " jelas Ahmad seorang pedagang disana.

"Kalau bapak- bapak biasanya beli mobil yang menggunakan Accu yang bisa di stir anaknya sendiri, atau sepeda , sepatu roda,Sepatu Rolerblad yang memang bisa dipakai anak lali-laki" jelas Ahmad.

Ahmad menjelaskan para penjual setiap tahun meraup rejeki usai lebaran,atau liburan sekolah setiap tahun nya."hari biasa pembelinya kurang, agak rame dihari sabtu minggu tapi tidak sebanyak habis lebaran seperti ini" ucapnya.

Di Pasar Gembrong selain mainan juga dikenal pasar Karpet yang harganya lumayan miring dari harga pasaran. Keramaian Pembeli dipasar gembrong berakibat kemacetan yang terjadi disepanjang jalan pasar Gembrong.


Berita terkait

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendorong produktivitas pangan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bali. Melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk

Nurana Diah Dhayanti
Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah warga di Desa Santur, Kecamatan Barangin, pada Senin malam. Dua rumah yang terbakar diketahui milik warga bernama Jumiran dan Rahma Geni Saputra. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tepatnya Selasa pagi (21/4/2026), Wali Kota

Riswan Idris, Buang Supeno