PWI Jateng Awali HPN Dengan Ziarah Kubur
Spektroom - Mengawali rangkaian peringatan Hari Pers Nasional, Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah melakukan kegiatan Ziarah Kubur, berlanjut acara kataman Qur'an.
Kegiatan Ziarah Kubur di lakukan di pemakaman umum Bergota kepada almarhum Suharyono Kartowiyono atau yang beken dengan panggilan Haryono KO.
Ziarah kubur merupakan tradisi tahunan PWI Jateng yang hingga kini terus dipelihara untuk mengenang, meneladani kiprah jurnalistik yang dilakukan para pendahulu.
Sekalipun kita tidak satu angkatan, namun banyak cerita tentang almarhum yang konsisten pada karya dan peduli kepada organisasi.
Hal itu disampaikan Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana saat memberikan sambutan pada ziarah kubur di TPU Bergota, Jalan Kyai Saleh No 5, Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.
"Kami memang tidak sempat bersama karena memang jauh dari kata seangkatan, namun kami banyak mendengar sepak terjang kiprah Pak haryono KO yang konsisten sebagai jurnalis dan sangat peduli kepada organisasi PWI," ujar Iwan.
In Memoriam
Suharyono Kartowoyono, lahir di kota Reog, Ponorogo Jawa Timur, pada tanggal 3 April 1943 dan tutup usia pada 6 Mei 2025 pada usia 82 tahun.
Sepanjang kariernya ia sempat bekerja pada Harian Angkatan Bersenjata dan Harian Kartika, dikenal karena disiplin dan gigih dalam bekerja.
Jejak karya yang cukup monumental adalah tragedi letusan Kawah Sinila di dataran tinggi Dieng pada tahun 1997.
Bagi generasi penerus insan pers, Haryono KO merupakan sosok yang kebapakan yang ikhlas dan ramah dalam membimbing perihal etika jurnalistik.
Sedangkan di Bidang Olahraga, dedikasinya bagi PWI Jateng belum tertandingi. Tercacat Haryono KO telah mengikuti sepuluh kali kegiatan Porwanas baik sebagai atlet maupun manajer.
Atas dasar tersebut, SIWO PWI Jawa tengah memberikan penghargaan berupa Lifetime Achievment pada tahun 2010.