PWI Malang Raya Bongkar Kunci Sukses Organisasi, PWI Bojonegoro Siap Meniru

PWI Malang Raya Bongkar Kunci Sukses Organisasi, PWI Bojonegoro Siap Meniru

Malang-Spektroom: Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus studi organisasi ke PWI Malang Raya di Kantor PWI Malang, Jumat (8/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, PWI Malang Raya membeberkan strategi membangun organisasi wartawan yang mandiri, profesional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.


Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, mengatakan keberhasilan organisasi yang dipimpinnya tidak diraih secara instan. Menurutnya, salah satu kunci utama adalah keterbukaan manajemen, terutama dalam pengelolaan dan laporan keuangan organisasi.


“Keterbukaan pengelolaan organisasi menjadi kunci. Semua laporan keuangan disampaikan secara terbuka sehingga anggota merasa memiliki organisasi,” ujar Cahyono.


Ia menjelaskan, PWI Malang Raya telah memiliki kantor sendiri sejak tahun 2012 dan terus mengembangkan sejumlah unit usaha untuk mendukung operasional organisasi. Salah satunya melalui koperasi jasa yang dalam waktu dekat akan mengelola dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Selain itu, PWI Malang Raya juga aktif menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Hingga saat ini, UKW telah dilaksanakan sebanyak 12 kali dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


“UKW dibuka secara nasional, diikuti peserta dari Kendari, Jakarta hingga Bone dengan total sekitar 230 peserta,” katanya.


Dari total 96 anggota PWI Malang Raya, sekitar 60 persen telah mengantongi sertifikat UKW. Untuk pelaksanaannya, PWI Malang Raya menggandeng pihak ketiga sehingga peserta dapat mengikuti UKW secara gratis, sementara sebagian hasil kerja sama digunakan untuk menopang kas organisasi.


Tak hanya itu, PWI Malang Raya juga memiliki Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) serta program jurnalis siaga bencana yang dilengkapi armada ambulans. Program tersebut aktif terlibat dalam penanganan berbagai bencana, termasuk erupsi Semeru.


“Dengan adanya usaha yang dikelola organisasi, manfaatnya bisa langsung dirasakan anggota,” tambahnya.


Cahyono juga membuka peluang bagi anggota PWI Bojonegoro untuk mengikuti UKW yang akan kembali digelar pada Juli 2026.


Dalam kesempatan tersebut, Cahyono mengungkapkan jumlah media di Kabupaten Malang mencapai 374 media. Jika digabung dengan Kota Malang dan Kota Batu, jumlahnya diperkirakan mencapai 500 media.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang telah menerapkan kebijakan bahwa media yang belum terverifikasi Dewan Pers tidak dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.


Sementara itu, Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, mengaku banyak mendapatkan pelajaran penting dari kunjungan tersebut. Ia menilai keberhasilan PWI Malang Raya merupakan hasil kerja keras dan kekompakan pengurus.


“Kami mendapatkan sesuatu yang luar biasa di PWI Malang Raya. Keberhasilan ini berkat kerja keras pengurus yang patut diapresiasi,” ungkap Sasmito.


Ia mengakui, hingga kini PWI Bojonegoro masih belum memiliki kantor sendiri. Namun, pihaknya tetap optimistis mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.


“Kekompakan pengurus PWI Malang Raya akan kami serap. Tidak sekadar silaturahmi, kami juga mendapatkan ilmu yang akan diterapkan di Bojonegoro,” katanya.


Saat ini, jumlah anggota PWI Bojonegoro tercatat sebanyak 30 orang. Sasmito berharap wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan penyambutan dari PWI Malang Raya,” tandasnya.

Berita terkait