Ratusan Relawan Rayakan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Dengan Safari Merah Putih
Jember-Spektroom : Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera.
Ratusan relawan dari berbagai wilayah di Jember memilih cara berbeda melalui Safari Merah Putih yang menggabungkan upacara, pawai kendaraan, aksi sosial, hingga pembentangan kain Merah Putih sepanjang 81 meter, pada Senin (17/08/2026).

Koordinator sekaligus inisiator Safari Merah Putih, Agung Ganong, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki pelaksanaan ketujuh. Namun, konsep berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain baru memasuki tahun ketiga.
“Safari Merah Putih ini sebenarnya kegiatannya yang ketujuh. Cuma kalau masalah kita bersafari dari tempat satu ke tempat yang lain, ini tahun ketiga,” jelas Agung Ganong.

Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan pernah diarahkan untuk mengeksplorasi kawasan wisata Gunung Gambir. Tahun berikutnya, rombongan memilih lokasi panen raya di Wuluhan dengan membawa semangat ketahanan pangan.
Sementara itu, tahun ini Desa Sidomulyo dipilih karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi di Jember.
“Untuk tahun sekarang ini memang kita menginginkan juga eksplor bagaimana bahwa kopi di Jember itu ada. Sebagai produsen kopi, makanya titik akhirnya adalah di Desa Sidomulyo,” ungkap Agung Ganong.
Perjalanan dari Kranjingan menuju Sidomulyo menjadi bagian penting dari konsep Safari Merah Putih, yakni membawa suasana perayaan kemerdekaan dari kawasan perkotaan menuju masyarakat di wilayah yang lebih jauh dari pusat kota.
Agung Ganong menyebut peserta utama pawai motor berjumlah 81 motoris. Angka tersebut disesuaikan dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini. Namun, jika dihitung bersama relawan dan peserta lain yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan, jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 orang.
“Kalau kita fokus memang di 81 motoris. Kalau secara total lebih dari 1.000 karena kita dari pengibaran bendera merah putih warga Kranjingan, dan juga nanti di Desa Sidomulyo,” jelasnya.
“Selain komunitas relawan ambulans, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai kelompok dan komunitas kerelawanan. Peserta tidak hanya berasal dari rombongan awal, tetapi ada pula yang bergabung ketika perjalanan berlangsung,” pungkasnya.