Semangat Kemerdekaan Mengantar Fatih ke Podium, Murid MI Amanah Palangka Raya Jadi Runner-Up Turnamen Nasional Series
Palangka Raya –Spektroom: Semangat kemerdekaan terasa berbeda bagi Muhammad Fatih Ramadhan. Di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, murid kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) Amanah Palangka Raya itu justru mengukir cerita dari lapangan hijau.
Fatih berhasil membawa timnya meraih Juara 2 (Runner-Up) dalam Turnamen Ramdani Lestaluhu Goes To National Series Regional Kalimantan Tengah yang berlangsung di Lapangan Putra Bersaudara Mini Soccer, Palangka Raya, 14–16 Agustus 2026.
Turnamen yang digelar DIM Sport Management (PT. Exosa Indo Perkasa) tersebut mempertemukan tim-tim kelompok umur dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Persaingan berlangsung ketat hingga akhirnya Fatih bersama rekan-rekan setimnya mampu menembus partai final dan mengamankan posisi kedua.
Bagi Fatih, capaian tersebut bukan sekadar sebuah piala. Di usia yang masih duduk di bangku kelas IV madrasah, keberhasilannya menjadi pengalaman berharga untuk belajar tentang disiplin, kerja sama, keberanian dan pantang menyerah—nilai-nilai yang juga menjadi bagian dari semangat kemerdekaan.
Penutupan turnamen sekaligus penyerahan piala berlangsung Minggu malam, 16 Agustus 2026. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari keluarga besar MI Amanah Palangka Raya.
Kepala MI Amanah Palangka Raya, Bahrianor, menyampaikan kebanggaannya atas capaian Fatih sekaligus mengapresiasi dukungan orang tua yang terus mendampingi perkembangan bakat anak.
“Kami keluarga besar MI Amanah Palangka Raya mengucapkan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada ananda Muhammad Fatih Ramadhan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua ananda yang telah memberikan dukungan penuh,” ujar Bahrianor, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, prestasi Fatih menunjukkan bahwa murid madrasah memiliki ruang yang luas untuk berkembang. Keunggulan murid tidak hanya diukur dari kemampuan akademik maupun keagamaan, tetapi juga dari keberanian mengembangkan minat dan bakat di berbagai bidang, termasuk olahraga.
“Prestasi ini membuktikan bahwa murid madrasah tidak hanya unggul dan berakhlaqul karimah di bidang keagamaan serta akademik, tetapi juga mampu bersaing dan mengukir prestasi gemilang di bidang olahraga,” katanya.
Bahrianor menegaskan, madrasah akan terus memberikan dukungan terhadap minat, bakat dan potensi setiap murid. Ia berharap keberhasilan Fatih menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Harapan kami, semoga capaian ini menjadi motivasi dan langkah awal bagi ananda Fatih untuk terus melaju ke tingkat nasional,” tuturnya.
Di momentum kemerdekaan ini, perjalanan Fatih menjadi pengingat bahwa semangat untuk maju bisa tumbuh dari mana saja termasuk dari seorang anak madrasah yang mengejar bola di lapangan, belajar bekerja sama dengan tim, dan berani bermimpi lebih jauh.