Ratusan Talent Akan Tampil dalam Banyuwangi Ethno Carnival 2026

Bupati Banyuwangi: BEC bukan sekadar karnaval kostum biasa, namun sebuah mahakarya seni yang berakar pada kearifan lokal.

Ratusan Talent Akan Tampil dalam Banyuwangi Ethno Carnival 2026
Salah satu talent Banyuwangi Ethno Carnival. (Foto: diskominfo Banyuwangi)

Banyuwangi-Spektroom : Puluhan kostum etnik akan tampil dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu (18/7/2026). Ratusan talent akan memvisualisaikan 5 sub tema yang mempresentasikan berbagai fragmen perjuangan pada “Perang Bayu”.

“BEC bukan sekadar karnaval kostum biasa, namun sebuah mahakarya seni berakar kearifan lokal. Ide dan tema yang diangkat setiap tahun diambil dari seni, budaya, tradisi, sejarah hingga potensi alam Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (7/7/2026).

Sub tema yang Pertama yakni “Pejuang Blambangan”, memvisualisasikan tokoh pahlawan yang menjadi sentral dalam kisah ini yakni Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit. Kedua sub tema “Genderang Perang” memvisualisasikan senjata yang digunakan rakyat Banyuwangi saat melawan penjajah seperti keris, tombak, jemparing (panah).

Ketiga sub tema “VOC dan Sekutu” memvisualisasikan penjajah yang menyerang Blambangan seperti prajurit VOC dan upeti. Keempat sub tema “Situs Perang” memvisualisasikan tempat berlangsungnya perlawan terhadap penjajah seperti Rowo Bayu, Teluk Pang-pang, Pelabuhan Grajagan. Kelima sub tema “Hasil Bumi” memvisualisasikan kekayaan Banyuwangi yang menjadi incaran penjajah seperti rempah-rempah dan hasil perkebunan.

“Inilah kekayaan tema lokal Banyuwangi yang tidak akan pernah habis digali. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat kesemua sub tema tersebut divisualisasikan secara kreatif dalam sebuah rancangan kostum karnaval,” ujar Ipuk.

BEC menjadi bagian dalam rangkaian Banyuwangi Attraction 2026 yang digelar sejak tahun 2011 dan menjadi agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementrian Pariwisata setiap tahun sejak 2022.

“Terima kasih kepada seniman, budayawan, desainer serta anak-anak Banyuwangi yang terus setia menggangkat kearifan lokal sehingga khasanah Banyuwangi akan selalu hidup dan lestari,” ujar Ipuk.

BEC akan mengambil start di Taman Blambangan dan finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi dengan rute sepanjang jalan 2,5 KM. Biasanya ribuan orang akan memadati sepanjang jalan dan ratusan UMKM mendapatkan berkahnya.

“Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00. Para talent menyusuri rute sejauh 2,5 km menuju finish di depan kantor Pemkab Banyuwangi,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Hartono.

Rangkaian BEC 2026 akan digelar selama tiga hari, 17-19 Juli 2026. Diawali pameran UMKM (17 Juli), disusul BEC Grand Carnival (18 Juli), dan ditutup dengan Konser Musik BEC (19 Juli).

"Minggu pagi, 19 Juli akan digelar BI Run. Tentunya wisatawan setelah menonton BEC, silakan besok paginya ikut event lari BI Run," tutup Ipuk. (*)

Berita terkait

Gubernur Mirza : Pembangunan Jalan Tol Diarahkan Untuk Berikan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Gubernur Mirza : Pembangunan Jalan Tol Diarahkan Untuk Berikan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Bandarlampung - Spektroom: Keberhasilan membangun jalan tol tidak cukup diukur dari panjang ruas dan kemudahan konektivitas, tetapi juga dari sejauh mana infrastruktur tersebut mampu menghubungkan sentra produksi dengan pasar, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka acara Pengukuhan Pengurus Forum Ekosistem

Anggoro AP
UNS Dampingi Kemuning Orchid Tingkatkan Produksi Bibit Anggrek Berbasis Kultur Jaringan

UNS Dampingi Kemuning Orchid Tingkatkan Produksi Bibit Anggrek Berbasis Kultur Jaringan

Surakarta – Spektroom: Pendampingan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terhadap pelaku usaha budidaya anggrek Kemuning Orchid di Kabupaten Karanganyar berhasil meningkatkan kapasitas produksi pembibitan anggrek berbasis kultur jaringan. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan selama sekitar tiga tahun tersebut juga mencakup penataan manajemen dan pengembangan arah bisnis agar lebih terukur. “Selama kurang

Ciptati Handayani