Refleksi Bidang Kerjasama Pemprov Jateng Gandeng 44 Perguruan Tinggi
Spektroom – Usai dilantik pada 14 Maret 2025, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin menandatangani nota kesepahaman dengan 44 rektor dan direktur perguruan tinggi. Kerja sama ini menjadi babak baru pembangunan Jawa Tengah berbasis kajian akademik.
Kolaborasi tersebut dibingkai dalam Forum Rektor, yang menjembatani kebijakan publik dengan nalar ilmiah. Sepanjang 2025, perguruan tinggi terlibat aktif dalam 29 program gubernur, mulai dari pengawasan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kesehatan, mitigasi bencana, hingga penanganan stunting.
Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Pemprov Jateng, Yasip Khasani, menyebut setiap kampus diberi peran sesuai keunggulannya. Model ini dinilai membuat kebijakan lebih tepat sasaran, efisien, dan berbasis kebutuhan lapangan.
Sejumlah program unggulan lahir dari kolaborasi ini, seperti desalinasi air payau oleh Undip untuk wilayah pesisir serta penanganan stunting oleh Unsoed dan UNS di daerah masing-masing.
Ke depan, Pemprov Jateng menargetkan seluruh 136 program gubernur periode 2025–2030 melibatkan kampus, dengan tambahan 72 perguruan tinggi swasta pada 2026.
Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan kerja sama ini bukan sekadar MoU, melainkan kerja tematik nyata. Langkah tersebut juga mendapat apresiasi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian karena memastikan kebijakan publik disusun berdasarkan studi, bukan sekadar intuisi.
Kolaborasi pemerintah dan kampus menjadikan pembangunan Jawa Tengah lebih akademik, efisien, dan membumi, langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.