Refleksi Satu Tahun Mirza-Jihan : Mandat 82 Persen Suara, Adalah Tanggungjawab Memimpin Lampung
Bandarlampung-Spektroom : Berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjawab tantangan pembangunan selama satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam kegiatan peluncuran buku “1 Tahun Mirza–Jihan” yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Pemerintah Provinsi Lampung di Taman Outdoor Gedung Pusiban, Bandar Lampung, Senin (02/03/2026) petang.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza juga menyoroti mandat 82 persen suara yang diraihnya bersama Jihan Nurlela pada Pilkada sebagai amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan.
“Sebanyak 82 persen pemilih memiliki hak untuk mengetahui apa saja yang telah kami kerjakan dan tanggung jawab apa yang telah kami laksanakan. Angka ini menjadi beban moral sekaligus motivasi bagi kami setiap hari,” ujarnya.
Gubernur juga memaparkan kondisi fiskal saat awal masa jabatan pada Januari 2025. Adanya utang kepada pihak ketiga sebesar Rp600 miliar dan utang kepada kabupaten sebesar Rp1,4 triliun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Dalam dua tahun terakhir, belanja APBD disebut mengalami penyusutan hampir Rp2 triliun.
Selain menata kondisi fiskal daerah, Pemerintah Provinsi Lampung juga memprioritaskan pembangunan sektor konektivitas, khususnya melalui percepatan perbaikan infrastruktur jalan provinsi. Menurut Mirza, kualitas jalan harus menjadi kebanggaan masyarakat Lampung.
"Visi saya terhadap jalan provinsi adalah menjadikannya kebanggaan masyarakat Lampung. Pemerintah harus punya tujuan membuat masyarakat bangga dengan jalan-jalan yang ada di provinsi ini,” tegasnya.
Di samping pembangunan infrastruktur fisik, Mirza juga menaruh perhatian besar pada transformasi pelayanan publik berbasis digital.
Gubi menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjadikan kepuasan masyarakat sebagai indikator utama kinerja.
Agenda yang digagas Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus momentum merekam capaian, tantangan, serta arah pembangunan Provinsi Lampung ke depan.
Sementara sebelumnya Ketua Pelaksana, Deni Kurniawan, menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur mencerminkan komitmen terhadap transparansi serta kedekatan dengan pers sebagai pilar demokrasi.
"Peluncuran buku tersebut merupakan inisiatif IJP untuk menjembatani informasi pemerintah kepada masyarakat. Momentum Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi dan dialog konstruktif." ujarnya.
Menurut Deni, buku “1 Tahun Mirza–Jihan” disusun sebagai catatan perjalanan pemerintahan, meliputi akselerasi pembangunan di tengah keterbatasan fiskal, realisasi janji kampanye yang mulai dijalankan, serta tantangan anggaran yang dihadapi beserta langkah penanganannya.
“Buku ini dimaksudkan sebagai bentuk literasi politik bagi masyarakat Lampung,” ujarnya.(@Ng).