Rektor IAHN-TP Serahkan Buku “Mistisisme Hindu Kaharingan” kepada Bhante Thailand, Simbol Diplomasi Intelektual Lintas Bangsa

Rektor IAHN-TP Serahkan Buku “Mistisisme Hindu Kaharingan” kepada Bhante Thailand, Simbol Diplomasi Intelektual Lintas Bangsa
Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, Dr. Mujiyono, menyerahkan cenderamata istimewa kepada seorang Bhante dari Thailand. (Foto:Kade/ istimewa)

Palangka Raya-Spektroom : Pertemuan hangat lintas negara antara Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dan Bhante asal Thailand menjadi lebih bermakna lewat penyerahan buku karya ilmiah yang sarat nilai spiritual dan budaya lokal.

Pemberian buku tersebut pun mendapat sambutan positif dari Bhante yang hadir. Ia mengapresiasi nilai intelektual dan spiritual dalam buku tersebut, serta menilai bahwa literatur seperti ini penting untuk memperluas pemahaman lintas budaya dan agama.

Pertemuan lintas iman dan negara yang dibingkai melalui pertukaran karya ilmiah ini cukup langka dan inovatif. Untuk melihat lebih jauh makna di balik interaksi tersebut, Spektroom meminta tanggapan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Luqman Baihaqi, Ph.D.

Tanggapan dosen Luqman pertukaran buku ilmiah tersebut mencerminkan upaya strategis dalam mengangkat kearifan lokal ke panggung global.
“Pertemuan antara Rektor IAHN-TP dan Bhante Thailand melalui pertukaran buku ilmiah mencerminkan praktik diplomasi intelektual yang mengangkat kearifan lokal ke ranah global. Buku tentang mistisisme Hindu Kaharingan menjadi medium internasionalisasi pengetahuan lokal sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara,” ujarnya Jum'at, (10/04/2026).

Luqman Baihaqi, Ph. D. dosen Universitas IsIam Negeri Palangka Raya (Foto: Polin/istimewa)

Langkah ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi yang tidak hanya sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai aktor penting dalam membangun jejaring global berbasis identitas budaya.
“Ini menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai aktor penting dalam membangun jejaring global berbasis identitas budaya dan spiritualitas lokal,” tambahnya.

Lebih jauh, Luqman juga menyoroti pertemuan tersebut dari sudut pandang moderasi beragama. Ia melihat interaksi lintas iman yang terbangun bukan sekadar seremonial, melainkan praktik nyata nilai toleransi yang aktif.
“Dalam perspektif moderasi beragama, pertemuan ini merupakan praktik nyata toleransi aktif yang melampaui wacana. Interaksi lintas iman yang dibingkai melalui pertukaran pengetahuan menunjukkan sikap terbuka, non-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal,” jelasnya.

Ia menegaskan, pendekatan seperti ini penting untuk memperkuat harmoni sosial, baik di tingkat nasional maupun global.
“Hal ini sekaligus memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi harmoni sosial di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam suasana penuh keakraban, Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, Dr. Mujiyono, menyerahkan cenderamata istimewa kepada seorang Bhante dari Thailand. Bukan sekadar simbolis, cenderamata tersebut berupa buku karya pribadinya berjudul “Mistisisme Hindu Kaharingan Pada Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah”.

Buku tersebut mengupas secara mendalam nilai-nilai spiritualitas masyarakat Dayak, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan dimensi ketuhanan. Karya ini sekaligus menjadi representasi kekayaan kearifan lokal Kalimantan Tengah yang diperkenalkan ke ranah internasional.

“Buku ini adalah jendela untuk memahami bagaimana masyarakat Dayak menjaga keharmonisan antara spiritualitas dan alam. Kami berharap ini menjadi jembatan literasi yang mempererat hubungan antara IAHN-TP dengan kolega di Thailand,” ujar Dr. Mujiyono.

Momen ini menegaskan bahwa hubungan antarbangsa tidak selalu dibangun melalui kerja sama formal, melainkan juga lewat pertukaran gagasan, pengetahuan, dan penghormatan terhadap identitas budaya masing-masing. (Polin-Kade)

Berita terkait