Rektor Kampus Institut Andi Sapada Parepare Sebut, Penempatan Polri Dibawah Presiden Sudah Waktunya

Rektor Kampus Institut Andi Sapada Parepare Sebut, Penempatan Polri Dibawah Presiden  Sudah Waktunya
Rektor Kampus Institut Andi Sapada Parepare ( Foto Humas Kampus Institut Parepare )

Spektroom - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI menegaskan sikapnya menolak jika Polri berada di bawah kementerian. Bahkan, Listyo Sigit menyatakan lebih memilih menjadi petani apabila harus menjabat sebagai “menteri kepolisian”.

Pernyataan Kapolri yang menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian mendapat respons dari kalangan akademisi.

Menanggapi hal tersebut, Prof.Dr.Bakhtiar Tijjang, Rektor Kampus Institut Andi Sapada menilai sikap Kapolri tersebut tidak menjadi persoalan dan justru sejalan dengan konstitusi.

“Kalau dilihat secara jernih, fungsi kepolisian sebagaimana diamanatkan Pasal 30 ayat (4) UUD NRI 1945 adalah alat negara yang menjalankan fungsi keamanan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat sipil. Karena itu, Polri harus berada di bawah kontrol langsung otoritas politik tertinggi yang dipilih rakyat, yakni Presiden RI, bukan di bawah menteri sektoral,” Jelasnya

Selain itu kata Prof.Dr.Bakhtiar Tijjang, jika Polri ditempatkan di bawah Kementerian Dalam Negeri, potensi ketidakindependenan akan semakin besar karena terkooptasi oleh instrumen kekuasaan administratif.

“Kepolisian menjalankan fungsi penyelidikan dan penyidikan. Karena itu, harus dijauhkan dari kepentingan birokrasi pemerintahan agar penegakan hukum berjalan secara setara dan objektif,” tegasnya.

Dalam penyampaiannya Prof.Dr.Bakhtiar Tijjang mengajak semua pihak untuk mendukung agar Polri tetap berada di bawah Presiden, terutama di tengah tuntutan publik terhadap percepatan reformasi kepolisian.

“Ini justru merupakan upaya menjaga Polri tetap mandiri dalam menjalankan kewenangan koersif negara. Karena kewenangan itulah, pertanggungjawaban Polri secara konstitusional harus kepada Presiden dan rakyat,” pungkasnya.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan potensi munculnya dualisme komando apabila Polri berada di bawah kementerian.

“Kalau Polri berada di bawah kementerian, akan muncul dualisme komando antara Presiden sebagai kepala pemerintahan dan menteri sebagai atasan struktural. Dalam kondisi darurat atau keadaan bahaya nasional, hal ini bisa menghambat respons cepat karena tidak jelas perintah mana yang harus diikuti,” ujarnya.

Berita terkait

Masjid Al-Isro, Kerjasama dengan Management Bandara Supadio Gelar Donor Darah

Masjid Al-Isro, Kerjasama dengan Management Bandara Supadio Gelar Donor Darah

Spektroom – Aksi sosial digelar di kawasan Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (13/02/2026). Melalui inisiatif Masjid Al-Isro, kegiatan donor darah melibatkan manajemen bandara hingga sejumlah komunitas yang beraktivitas di lingkungan penerbangan tersebut. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari manajemen Bandara Supadio, Serikat Karyawan PT Angkasa Pura,

Apolonius welly, Anggoro AP
Sosialisasikan Pentingnya Tertib Berlalulintas Kepada Pelajar SMA Negeri 5 Ambon

Sosialisasikan Pentingnya Tertib Berlalulintas Kepada Pelajar SMA Negeri 5 Ambon

Spektroom- Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas, Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Salawaku Polda Maluku terus memaksimalkan sosialisasi terkait pentingnya tertib dalam berlalulintas di jalan raya. Selain masyarakat, himbauan keselamatan berlalulintas juga kerap disampaikan khusus kepada para pelajar yang diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan.Kamis (12/2/2026), sosialisasi tersebut disampaikan tim

Eva Moenandar, Anggoro AP