Rektor UIN Malang Pasang Target Tinggi, Pimpinan Baru Dituntut Bergerak Sejak Hari Pertama
Malang-Spektroom: Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., tidak memberi ruang bagi pimpinan baru untuk beradaptasi terlalu lama. Usai melantik jajaran dekan dan wakil dekan masa jabatan 2025–2029, Senin (20/7/2026),
ia langsung memasang target percepatan transformasi bagi dua fakultas baru, yakni Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.
Pesan yang disampaikan Rektor tegas: tidak ada istilah masa transisi. Begitu sumpah jabatan diucapkan, seluruh pimpinan diwajibkan segera bekerja membangun fondasi akademik yang mampu membawa kedua fakultas bersaing di level nasional hingga internasional.
Pelantikan yang berlangsung di Ruang Rektor UIN Malang itu menetapkan Dr. Khairul Rahman, M.Si. sebagai Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.H. sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Dr. Tarranita Kesumadewi, M.T. sebagai Wakil Dekan Fakultas Teknik, serta Dr. Jamilah, M.A. sebagai Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.
Dalam pidatonya, Prof. Ilfi menegaskan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini bukan lagi sekadar membangun gedung atau melengkapi fasilitas, melainkan membangun budaya inovasi yang mampu menjawab perubahan dunia yang bergerak sangat cepat.
"Hari ini merupakan momen yang sangat bersejarah. Mulai hari ini juga saudara-saudara harus bekerja, bukan besok," tegasnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa keberhasilan pimpinan baru akan diukur dari capaian nyata, bukan sekadar administrasi atau rutinitas birokrasi
Rektor juga mengingatkan agar fakultas baru tidak terjebak dalam pola pikir konvensional. Mengutip pakar manajemen Peter Drucker, ia menegaskan bahwa kegagalan organisasi sering kali terjadi karena masih menggunakan cara lama untuk menghadapi tantangan baru.
Menurutnya, dunia pendidikan tinggi kini dituntut menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan kebutuhan industri global.
Karena itu, ia meminta seluruh program studi segera merancang profil lulusan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Lulusan, katanya, tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi harus memiliki kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan persoalan, berkolaborasi, serta mampu menciptakan inovasi.
Tak hanya memberikan arahan, Rektor juga memasang tenggat waktu yang ketat. Dalam waktu satu minggu, seluruh pimpinan baru diminta menyelesaikan rancangan profil lulusan beserta kompetensi inti setiap program studi sebagai dasar pengembangan fakultas.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa UIN Malang tidak ingin dua fakultas barunya sekadar hadir sebagai penambahan struktur organisasi. Sebaliknya, fakultas tersebut diproyeksikan menjadi mesin baru penguatan daya saing universitas di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin ketat.
Prof. Ilfi bahkan menepis anggapan bahwa fakultas baru akan tertinggal dari fakultas yang telah lama berdiri. Ia mencontohkan Universitas Stanford yang mampu menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik dunia meski memiliki usia lebih muda dibanding banyak universitas ternama.
"Jangan pernah merasa kecil hanya karena fakultas ini baru berdiri. Yang menentukan bukan umur organisasi, tetapi inovasi, kecepatan bergerak, dan kualitas sumber daya manusianya," ujarnya.
Komitmen percepatan itu diperkuat dengan jaminan dukungan penuh dari universitas, mulai dari penyediaan sumber daya manusia, anggaran, hingga sarana dan prasarana. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pimpinan baru untuk menunda target yang telah ditetapkan.
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru transformasi akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa target besar tersebut dapat diwujudkan melalui kinerja yang terukur, inovasi yang berkelanjutan, dan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.