Rektor UNEJ: AI Takkan Bisa Gantikan Sentuhan Kemanusiaan Dokter

Teknologi akan terus berkembang dan tantangan akan semakin kompleks. Namun, yang tidak boleh berubah adalah hati seorang dokter.

Rektor UNEJ: AI Takkan Bisa Gantikan Sentuhan Kemanusiaan Dokter
Proses pengambilan sumpah dan pelantikan dokter program pendidikan profesi dokter. (foto: humas unej)

Jember-Spektroom : Tenaga Kesehatan kini makin bertambah setelah Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) melantik dan mengambil sumpah 59 dokter baru di gedung auditorium Kampus Tegalboto (28/07/2026).

Dalam sambutan pelantikannya, Rektor UNEJ Iwan Taruna berharap dokter baru lulusan UNEJ mampu beradaptasi dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi. Caranya dengan terus belajar dan belajar, tanpa meninggalkan nilai dasar dari profesi dokter yakni kemanusiaan. Pasalnya teknologi secanggih apapun, semisal Artificial Intelligence (AI) tak akan pernah bisa menggantikan sentuhan kemanusiaan.

Iwan Taruna lantas menambahkan, makna profesi dokter jauh melampaui kemampuan sekedar mendiagnosis penyakit. Seorang dokter, menurutnya, dipanggil untuk memahami manusia secara utuh dan mengambil keputusan berdasarkan ilmu pengetahuan sekaligus nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kini mampu membantu analisis data laboratorium hingga memberikan rekomendasi klinis. Namun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tidak akan pernah mampu menggantikan sentuhan kemanusiaan seorang dokter.

Sambutan Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng.

“Kuasailah teknologi, manfaatkan inovasi, tetapi jangan pernah kehilangan belas kasih. Di situlah kemuliaan profesi dokter berada. Dalam dunia kedokteran, kepercayaan nilainya jauh melampaui kecanggihan teknologi, jabatan, maupun popularitas. Jagalah kepercayaan itu dengan ilmu, integritas, dan kemanusiaan,” imbuh Rektor UNEJ.

Prosesi pengambilan sumpah dipimpin oleh Dekan FK UNEJ, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K), disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, orang tua, serta didampingi rohaniwan dari masing-masing agama. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa profesi dokter bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan amanah untuk terus belajar dan mengabdi kepada masyarakat.

Rasa bangga turut disampaikan oleh Dekan FK, yang mengungkapkan bahwa sumpah dokter merupakan titik awal kehidupan profesional para lulusan untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh bagi bangsa dan negara. Ia mengingatkan bahwa perubahan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 membawa konsekuensi semakin tingginya tuntutan profesionalisme bagi tenaga medis.

“Jangan pernah ragu mengabdikan diri di daerah yang membutuhkan tenaga kesehatan. Berikan yang terbaik dan tunjukkan bahwa lulusan FK UNEJ mampu berkarya serta mengabdi di seluruh pelosok negeri,” tuturnya.

Sambutan Dekan Fakultas Kedokteran UNEJ, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp. L.B.L(K)

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa FK UNEJ saat ini tengah menantikan hasil akreditasi internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi bukti bahwa lulusan FK UNEJ mampu bersaing secara internasional tanpa meninggalkan identitas sebagai dokter agromedis.

Sementara itu, perwakilan dokter baru, dr. Feby Triastiana Kurbaini, menyampaikan bahwa dua huruf “dr.” di depan nama bukanlah sekadar gelar, melainkan simbol perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, pengorbanan, dan doa dari banyak pihak. Menurutnya, seorang dokter juga dituntut untuk mampu mendengarkan, menguatkan, serta menghadirkan harapan bagi setiap pasien yang datang mencari pertolongan.

Sambutan dari perwakilan dokter baru, dr. Feby Triastiana Kurbaini

“Teknologi akan terus berkembang dan tantangan akan semakin kompleks. Namun, yang tidak boleh berubah adalah hati seorang dokter. Secanggih apa pun ilmu pengetahuan, empati akan selalu menjadi obat yang tidak tergantikan,” ucapnya.

Melalui prosesi ini, 59 dokter baru FK UNEJ resmi memasuki babak baru pengabdian sebagai insan medis yang menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mencetak lulusan berdaya saing global. (Sumber: humas unej)

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles