Rendahnya Cakupan Imunisasi Menjadi Perhatian, Kemenag Ternate Perkuat Peran Madrasah Sukseskan Program BIAS 2026
Ternate-Spektroom : Kementerian Agama Kota Ternate kembali memfasilitasi pelaksanaan hari kedua Sosialisasi Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026, Rabu (5/8/2026), di Ruang Guru MIN 2 Ternate, Jalan Pertamina, Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Dinas Kesehatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara madrasah dan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak usia sekolah.
Pelaksanaan sosialisasi dibuka oleh Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Ternate, Mewati, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Sahdi M. Laher. Sosialisasi dihadiri oleh para kepala madrasah jenjang MI, MTs, dan MA, baik negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Ternate Selatan hingga Pulau Ternate, serta para pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Madrasah.
Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Ternate, Mewati menegaskan bahwa keberhasilan Program BIAS tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif madrasah dalam memberikan pemahaman yang benar kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi bagi anak.
Ia juga mengarahkan para kepala madrasah agar tidak lagi menggunakan pola pendataan berdasarkan persetujuan orang tua sebelum pelaksanaan imunisasi, karena cara tersebut dinilai justru membatasi jumlah peserta yang akan mengikuti imunisasi. “Jangan lagi kita memulai dengan mendata siapa yang bersedia diimunisasi. Pola seperti itu biasanya membuat jumlah anak yang mengikuti imunisasi menjadi sangat sedikit. Yang perlu kita lakukan adalah memperkuat edukasi kepada seluruh orang tua mengenai manfaat dan keamanan imunisasi, sehingga mereka memiliki pemahaman yang benar sebelum mengambil keputusan. Madrasah harus menjadi jembatan informasi yang mampu membangun kepercayaan orang tua terhadap program ini,” tegas Mewati.
Mewati juga mengajak seluruh kepala madrasah dan pengelola UKS untuk terus memperkuat koordinasi dengan puskesmas di wilayah masing-masing sehingga sosialisasi dapat menjangkau seluruh orang tua peserta didik. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci untuk mengurangi keraguan orang tua sekaligus membantu anak-anak lebih siap menghadapi imunisasi.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas berbagai strategi yang dapat diterapkan madrasah untuk meningkatkan partisipasi orang tua dalam menyukseskan Program BIAS. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat memahami manfaat imunisasi sebagai upaya melindungi kesehatan anak.
Kepala MIN 2 Ternate, Jamal M. Laher, mengungkapkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Berdasarkan pelaksanaan tahun sebelumnya, sekitar lebih dari 300 siswa kelas I, II, dan V yang menjadi sasaran imunisasi, hanya sekitar 20 siswa yang berhasil diimunisasi.
“Tahun lalu sasaran imunisasi di MIN 2 Ternate mencapai lebih dari 300 siswa kelas I, II, dan V. Namun, yang berhasil diimunisasi hanya sekitar 20 anak. Kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Gambesi untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua, tetapi masih banyak yang belum memberikan persetujuan. Selain itu, kendala lain yang cukup besar adalah rasa takut anak-anak terhadap suntikan. Karena itu, kami berharap edukasi kepada orang tua dapat terus diperkuat agar mereka memahami bahwa imunisasi merupakan upaya penting untuk melindungi kesehatan anak,” ujar Jamal.
Melalui sosialisasi ini, Kementerian Agama Kota Ternate berharap seluruh madrasah dapat memperkuat kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas dalam memberikan edukasi kepada orang tua maupun peserta didik. Dengan demikian, pelaksanaan Program BIAS Tahun 2026 di madrasah diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus memberikan perlindungan kesehatan yang lebih optimal bagi anak-anak usia sekolah.