Respon Panggilan Darurat 112, Tim BKO Polres Selamatkan Korban Penculikan

Respon Panggilan Darurat 112, Tim BKO Polres Selamatkan Korban Penculikan
Tim BKO Satreskrim Polres Bengkalis tiba di rumah pelaku, kemudian membawa pelaku ke Polsek Pangkalan Kerinci untuk dilakukan pemeriksaan awal. (Foto: Humas Polres)

Spektroom - Tim BKO Satreskrim Polres Bengkalis bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat, yang masuk melalui layanan panggilan darurat 112, terkait dugaan kasus orang hilang yang terjadi pada, Senin 8 Desember 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasar informasi, awalnya seorang wanita berinisial LS membuat laporan ke panggilan darurat 112 Bengkalis Siaga, yang mengadukan bahwa suaminya RA diduga dibawa paksa oleh sekelompok orang yang diketahui merupakan pihak pemberi pinjaman (rentenir) asal Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Pelapor menyampaikan bahwa suaminya RA, sebelumnya meminjam uang sebesar Rp20 juta pada 30 Oktober 2025 dengan bunga 20 persen dan tenor satu bulan. Hingga batas waktu yang ditentukan, pelapor dan RA belum mampu melunasi pinjaman tersebut.

Menurut laporan LS pada, Senin, 8 Desember 2025 sekitar pukul 00.00 WIB, suaminya dijemput paksa dari kediamannya di Duri dan dibawa menuju wilayah Kerinci. Meski demikian, pelapor masih dapat berkomunikasi dengan suaminya, sementara pihak keluarga terus berupaya menyelesaikan kewajiban pinjaman.

Setelah menerima informasi dari layanan 112, Tim BKO Sat Reskrim Polres Bengkalis langsung bergerak ke lokasi pelapor, untuk melakukan pengecekan awal. Dari koordinasi tersebut, polisi memperoleh keterangan bahwa RA, telah dibawa ke rumah seseorang berinisial MS di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

"Pelapor LS kemudian kami minta resmi membuat laporan polisi di Polsek Mandau. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim BKO Sat Reskrim langsung menuju alamat yang diduga menjadi lokasi keberadaan RA," ujar Kapolsek Mandau Kompol Primadona Caniago, Rabu (10/12/2025).

Ia menyebutkan, setibanya di rumah MS di Jalan Jambu, Gang Kelapa, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, tim bertemu dengan korban RA, dan bertemu tiga pelaku berinisial MS, RA dan DM. Ketiga orang tersebut merupakan pihak yang membawa korban dari Duri ke Pelalawan.

Selanjutnya, tim membawa keempat orang itu ke Polsek Pangkalan Kerinci untuk dilakukan pemeriksaan awal. Setelah proses tersebut selesai, seluruh pihak dibawa kembali ke Polsek Mandau untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Selama rangkaian kegiatan di lapangan situasi aman dan terkendali. Penanganan kasus terus berlanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujarnya. (Salman Nurmin)

Berita terkait

Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Tanah Datar–Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Riswan Idris, Rafles
KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi dan Jauhi Jalur Kereta Api

KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi dan Jauhi Jalur Kereta Api

Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan perlintasan sebidang resmi serta tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api demi menjaga keselamatan bersama. Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden tertempernya seorang warga oleh KA 282 Bengawan relasi Pasarsenen–Purwosari di Km 162+0 petak jalan Lempuyangan–Maguwo

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Transformasi Digital Berawal dari Perubahan Cara Berpikir Inovatif

Transformasi Digital Berawal dari Perubahan Cara Berpikir Inovatif

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat dimaknai sekadar sebagai adopsi teknologi, tetapi harus diawali dengan perubahan cara berpikir, budaya kerja, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, pada Seminar Nasional Sistem

Marsam Putrangga, Julianto
ссс