Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin Dimulai, PT Bukit Asam Gelontorkan Rp22,5 Miliar untuk Sawahlunto
Spektroom – Proses revitalisasi bangunan bersejarah Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin Kota Sawahlunto resmi dimulai. Proyek ini ditandai dengan penyerahan pekerjaan dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kepada PT Guna Cipta Kreasi sebagai kontraktor pelaksana, Jumat (13/2/2026) disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah beserta jajaran Pemerintah Kota Sawahlunto.
Revitalisasi GPK Ombilin (SPPH 664-1) tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp22.500.000.000 dengan masa pengerjaan selama 180 hari kerja, terhitung mulai 13 Februari 2026 hingga 12 Agustus 2026. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama 90 hari. Untuk pengawasan manajemen konstruksi, ditunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara.
General Manager PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin Sawahlunto, Yulfaizon, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian warisan sejarah dan penguatan sektor kebudayaan di Kota Sawahlunto.
“Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin ini dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp22,5 miliar, dengan durasi pekerjaan 180 hari kerja hingga 12 Agustus 2026. Kami berharap proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata Kota Sawahlunto,” ujar Yulfaizon.
Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan era Pemerintah Kolonial Belanda yang menjadi bagian penting dari kawasan tambang batu bara Ombilin, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Revitalisasi ini diharapkan tetap mempertahankan nilai historis bangunan, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan kegiatan seni dan budaya modern.
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Bukit Asam terhadap upaya pelestarian aset bersejarah kota tersebut.
“Dengan dilaksanakannya revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan ini, kita memiliki momentum untuk mengembalikan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam bangunan GPK sejak masa Pemerintah Kolonial Belanda. Ke depan, gedung ini akan sangat bermanfaat untuk mendukung berbagai event kebudayaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Sawahlunto,” kata Jeffry.
Ia menambahkan bahwa revitalisasi GPK tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memberikan harapan baru bagi para pelaku seni dan budaya yang datang ke Sawahlunto.
“Revitalisasi GPK ini tidak hanya menjadi wajah Kota Sawahlunto, tetapi juga menjadi harapan bagi pelaku kebudayaan yang berkunjung ke kota ini, karena keunikan sejarah yang terkandung dalam bangunan tersebut. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan berharap proses ini berjalan lancar dan sukses. Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin diharapkan menjadi simbol kebanggaan Kota Sawahlunto sekaligus pusat kebudayaan yang modern dan maju,” tambahnya.
Pemerintah Kota Sawahlunto optimistis, setelah revitalisasi rampung, Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin akan semakin memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Sumatera Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis warisan tambang Ombilin. (Ris1)