RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pelanggaran Israel di Al-Aqsa, Tegaskan Tel Aviv Tak Punya Kedaulatan

RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pelanggaran Israel di Al-Aqsa, Tegaskan Tel Aviv Tak Punya Kedaulatan
Masjid Al-Aqsa, terletak di Kota Tua Yerusalem, Palestina.( Foto : Al Jazeera)

Jakarta - Spektroom : Indonesia bersama tujuh negara mayoritas Muslim mengecam keras pelanggaran berulang oleh Israel, termasuk pengibaran bendera di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.

Pernyataan bersama ini ditegaskan oleh Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, dari Menteri Luar Negeri delapan negara tersebut Jumat (24/4/2026)

Menlu delapan negara itu terditi dari Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Para Menlu menegaskan penyerbuan, pengibaran bendera Israel, dan ritual keagamaan oleh pemukim di kompleks Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif merupakan pelanggaran status quo historis dan hukum, serta hukum internasional.

"Seluruh area Masjid Al-Aqsa / Al-Haram Al-Sharif, seluas 144 dunam, merupakan tempat ibadah yang diperuntukkan secara eksklusif bagi umat Muslim". ujar Kemlu

Para menteri mendesak komunitas internasional mengambil tindakan tegas untuk menghentikan pelanggaran dan melindungi situs suci

Para Menlu juga mengecam percepatan aktivitas permukiman ilegal, termasuk keputusan Israel untuk menyetujui lebih dari 30 pemukiman baru, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB dan Fatwa Hukum Mahkamah Internasional tahun 2024.

"Israel tidak memiliki kedaulatan atas Wilayah Pendudukan Palestina. Menolak setiap upaya untuk menganeksasi Wilayah Pendudukan Palestina atau memindahkan rakyat Palestina secara paksa".tegas Kemlu

Kekerasan yang terus berlangsung yang dilakukan para pemukim terhadap sekolah dan anak-anak Palestina di Tepi Barat merupakan serangan yang disengaja terhadap kelangsungan negara Palestina serta terhadap implementasi Solusi Dua Negara.

Para Menteri menegaskan kembali mendukung penuh hak rakyat Palestina, khususnya hak atas penentuan nasib sendiri dan perwujudan negara Palestina yang merdeka berdasarkan garis batas 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

"Menyerukan komunitas internasional untuk mengintensifkan seluruh upaya regional dan internasional guna mendorong solusi politik dalam mencapai perdamaian komprehensif berdasarkan Solusi Dua Negara" tandas Kemlu

Berita terkait

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Pontianak-Spektroom : Di antara wajah-wajah yang masih canggung mengenakan seragam baru, tersimpan ribuan mimpi yang baru mulai dirajut. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, polisi, pengusaha, hingga pemimpin masa depan. Namun sebelum mimpi-mimpi itu tumbuh besar, ada ancaman yang mengintai: narkoba, perundungan, dan kenakalan remaja. Karena itulah, pada masa pengenalan lingkungan

Apolonius Welly, Rafles
Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Banjarmasin–Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) menerima kunjungan kerja dari Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin sebagai langkah awal memperkuat sinergi dan menjajaki kerja sama Akademik antar Lembaga Pendidikan Tinggi. Kunjungan tersebut diterima oleh Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., di Gedung Serbaguna UNUKASE, Jalan A. Yani

Junaidi, Rafles
Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Bogor-Spektroom : Masuk sekolah hari pertama menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sejumlah ASN untuk mengantarkan anak mereka memasuki hari pertama sekolah sekaligus mendampingi pelaksanaan Masa Pengenalan

Asmari, Rafles
ссс