Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap Dalam MBG
Spektroom –Selain memberikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Surakarta berhasil menyerap sebanyak 1.579 tenaga kerja relawan hingga awal Januari ini. Angka tersebut diprediksi akan terus mengalami kenaikan seiring dengan rencana penambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Solo, Purwanti, menjelaskan mayoritas tenaga kerja yang terlibat merupakan warga asli Kota Bengawan. bahkan sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengutamakan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar lokasi pelayanan.
"Jadi kami sudah 73,15 persen menyerap tenaga lokal. Selain pemenuhan gizi bagi masyarakat, program MBG membantu mengentaskan pengangguran," ungkap Purwanti di SPPG Banyuanyar, Kamis, 15 Januari 2026.
Dalam bekerja para relawan memiliki peran yang bervariasi mulai dari tim distribusi, juru masak, hingga tenaga pencuci peralatan makan atau ompreng. Sistem kerja operasional diatur dalam beberapa pembagian waktu guna memastikan kesiapan makanan tetap segar dan higienis saat diterima masyarakat.
Pemerintah juga memberikan apresiasi berupa honor harian yang kompetitif serta perlindungan jaminan sosial melalui program BPJS bagi setiap relawan. Pemberian jaminan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kerja selama menjalankan tugas pada program nasional tersebut.
"Program MBG di Solo akan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Total sasaran mencapai 22.374 orang," jelas Purwanti mengenai peta jalan perluasan program tersebut.
Saat ini pemerintah daerah tengah mengejar target pembangunan hingga 88 unit SPPG untuk menjangkau seluruh penerima manfaat secara menyeluruh. Program prioritas bagi kelompok ibu dan balita ini ditargetkan dapat terealisasi secara penuh paling lambat pada Februari 2026 mendatang. (Dan)