Riyanda Putra Dorong Reformasi Pariwisata Sawahlunto, Siapkan Destinasi dan Event Unggulan Hadapi Lonjakan Wisatawan

Riyanda Putra Dorong Reformasi Pariwisata Sawahlunto, Siapkan Destinasi dan Event Unggulan Hadapi Lonjakan Wisatawan
Wali Kota Riyanda Dorong Reformasi Pariwisata Sawahlunto, Siapkan Destinasi dan Event Unggulan Hadapi Lonjakan Wisatawan. (Foto: Disparpora swl)

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto mulai mempersiapkan strategi besar untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra meminta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mempercepat pembenahan destinasi wisata, memperkuat promosi, serta menyusun kalender event yang terintegrasi guna meningkatkan daya saing Kota Warisan Dunia UNESCO tersebut.

Arahan itu disampaikan Riyanda Putra saat memimpin rapat khusus bersama jajaran Disparpora di Ruang Rapat Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto, Selasa (14/7/26).

Rapat dihadiri Kepala Disparpora Sawahlunto Meldi Hidayah Marta, Sekretaris Dinas Irwan Junaidi, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Benny Deswin, Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Prima Yogi Murpi, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Eko Novianto, beserta jajaran.

Dalam arahannya, Riyanda menegaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan harus diikuti dengan peningkatan kualitas destinasi dan pelayanan. Menurutnya, pembenahan kawasan wisata tidak lagi cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkesan.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak lebih cepat menyiapkan berbagai kebutuhan menjelang libur panjang dan musim kunjungan, termasuk menghadapi libur Lebaran awal tahun mendatang yang selama ini menjadi salah satu puncak kunjungan wisata di Sumatera Barat.

"Peningkatan kualitas destinasi harus menjadi prioritas agar wisatawan memperoleh pengalaman terbaik ketika berkunjung ke Sawahlunto," menjadi salah satu penekanan dalam rapat tersebut.

Disparpora diminta segera menyusun kalender event tahunan yang mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri pariwisata dalam menyiapkan paket perjalanan.

Event budaya, olahraga, ekonomi kreatif hingga festival berbasis warisan tambang diharapkan dapat tersusun secara berkelanjutan sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan sepanjang tahun, bukan hanya pada musim liburan.

Konsep sport tourism juga menjadi salah satu fokus pengembangan. Pemerintah menilai kegiatan olahraga berskala regional maupun nasional dapat menjadi magnet baru yang mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga menargetkan peningkatan length of stay atau lama tinggal wisatawan.

Selama ini, salah satu tantangan pariwisata Sawahlunto adalah masih dominannya pola kunjungan singkat atau one day trip. Kondisi tersebut membuat dampak ekonomi terhadap hotel, homestay, restoran, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM belum optimal.

Karena itu, pengembangan destinasi baru, penyelenggaraan event berkelanjutan, serta diversifikasi atraksi wisata menjadi strategi utama untuk mendorong wisatawan menghabiskan waktu lebih lama di kota yang dikenal sebagai Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, situs Warisan Dunia UNESCO.

Pemerintah juga berharap tingkat hunian hotel dan akomodasi dapat meningkat seiring bertambahnya lama kunjungan wisatawan.

Arahan Wali Kota Riyanda Putra menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam pembangunan pariwisata Sawahlunto. Jika selama beberapa tahun terakhir fokus lebih banyak diarahkan pada penguatan city branding sebagai Kota Warisan Dunia UNESCO, kini pemerintah mulai menggeser perhatian pada aspek destination management, yakni bagaimana mengelola destinasi agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Strategi tersebut dinilai relevan mengingat tantangan utama pariwisata Sawahlunto saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah kunjungan, melainkan memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay) dan meningkatkan pengeluaran wisatawan selama berada di kota tersebut.

Penyusunan kalender event yang terintegrasi juga menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada musim liburan. Dengan agenda wisata yang tersebar sepanjang tahun, tingkat okupansi hotel, aktivitas UMKM, serta sektor transportasi dan ekonomi kreatif berpotensi lebih stabil.

Di sisi lain, pengembangan sport tourism dapat membuka pasar baru, terutama bagi wisatawan domestik yang memiliki minat pada kegiatan olahraga, petualangan, dan wisata alam. Sawahlunto memiliki modal berupa bentang alam, kawasan bekas tambang yang unik, serta infrastruktur seperti Sirkuit Permanen Kandi yang dapat dioptimalkan sebagai lokasi berbagai kejuaraan berskala regional maupun nasional.

Namun, keberhasilan strategi tersebut sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Pembenahan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, kemudahan akses menuju destinasi, serta promosi digital yang terukur menjadi faktor penentu agar Sawahlunto tidak hanya dikenal sebagai kota bersejarah, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.(Ris1)

Berita terkait