RRI Ambon dan IAKN Ambon Matangkan MoU, Siap Kolaborasi Siaran Edukatif dan Magang Mahasiswa
Spektroom - Kepala Stasiun RRI Ambon, Yani Peter Latuheru, bergerak cepat membangun jejaring. Kamis (19/2/2026), ia menyambangi Institut Agama Kristen Negeri Ambon untuk membahas rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menitik beratkan pada kolaborasi siaran edukatif dan program magang mahasiswa.

Kunjungan itu diterima langsung Rektor IAKN Ambon, Yance Zadrak Rumahuru, bersama jajaran pimpinan kampus di Gedung Pascasarjana IAKN Ambon. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dengan pembahasan penyebaran informasi pendidikan, promosi kegiatan akademik, hingga keterlibatan mahasiswa dalam produksi siaran.
Yani yang baru menjabat sebagai Kepala Stasiun RRI Ambon memaparkan kesiapan lembaganya. RRI Ambon saat ini mengoperasikan tiga programa siaran: Pro 1 berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan informasi lokal, Pro 2 menyasar kreativitas generasi muda, serta Pro 4 yang mengangkat budaya dan musik daerah.
Selain siaran terestrial, RRI Ambon juga mengembangkan platform digital melalui RRI Digital yang memungkinkan akses siaran secara nasional.
Menurut Yani, transformasi ke sistem multiplatform membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan perguruan tinggi, termasuk menghadirkan dosen dan mahasiswa sebagai narasumber maupun kreator konten berbasis akademik.
Rektor Yance menyambut tawaran tersebut sebagai peluang strategis. Ia memaparkan, IAKN Ambon saat ini memiliki 159 dosen, 16 program studi sarjana, satu program profesi, serta empat program pascasarjana yang tersebar di empat fakultas: Ilmu Pendidikan Kristen, Ilmu Sosial Keagamaan, Seni Keagamaan, serta Sains dan Teknologi, ditambah program Pascasarjana.
Ia menilai kampusnya memiliki kekuatan pada bidang seni, budaya, pendidikan, dan keagamaan. Program studi seperti pendidikan seni musik, pariwisata, serta rumpun sosial-keagamaan menjadi unggulan dan diminati masyarakat Maluku. Kerja sama dengan RRI Ambon, kata Yance, tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan MoU.
Kampus mendorong implementasi nyata, mulai dari magang mahasiswa di ruang redaksi dan studio siaran, kolaborasi program edukatif, hingga pelibatan akademisi sebagai narasumber tetap dalam program siaran publik.
IAKN Ambon sendiri tengah berproses menuju alih status menjadi universitas guna memperluas cakupan pengembangan keilmuan. Sinergi dengan lembaga penyiaran publik dinilai penting untuk memperkuat literasi informasi dan memperluas jangkauan kontribusi akademik ke masyarakat.
Pertemuan ini menjadi langkah awal konsolidasi dua lembaga di Kota Ambon yang sama-sama bergerak di ruang edukasi dan pelayanan publik, dengan target menghadirkan informasi yang mencerahkan sekaligus relevan bagi warga.