Rumah Adat Melayu Pontianak Gelar Festival Saprahan Pelajar, Lestarikan Budaya Melayu

Rumah Adat Melayu Pontianak Gelar Festival Saprahan Pelajar, Lestarikan Budaya Melayu
Rumah Adat Melayu Pontianak Gelar Festival Saprahan bagi Pelajar SMP dan MTs se Kota Pontianak dalam rangka Lestarikan Budaya Melayu.Foto : Diskominfo kota Pontianak.

Spektroom – Rumah Adat Melayu Pontianak, gelar Festival Saprahan Pelajar SMP dan MTs se-Kota Pontianak. Tradisi makan bersama atau bersaprah ini tidak hanya menjadi ajang seru-seruan, tetapi juga wadah pembelajaran budaya untuk generasi muda.

Sebanyak 13 kelompok pelajar ikut ambil bagian dalam festival yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak. Setiap kelompok menampilkan cara menyajikan tradisi makan saprahan dengan penuh kekompakan dan keceriaan.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang hadir membuka acara, menegaskan pentingnya menjaga budaya lokal yang lahir dari beragam etnis di Pontianak. Menurutnya, kekayaan budaya ini adalah identitas sekaligus kebanggaan warga kota.

“Sudah sepatutnya kita sebagai warga Pontianak peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian budaya. Festival Saprahan ini bukan hanya hiburan, tapi juga langkah nyata untuk menggali dan melestarikan tradisi yang hidup di masyarakat,” ujarnya.

Bahasan berharap festival ini dapat menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap budaya Melayu yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Pontianak. Ia juga mengingatkan bahwa menjaga budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pendidikan kontekstual. Menurutnya, belajar tidak hanya lewat buku atau pelajaran di kelas, tapi juga lewat pengalaman langsung seperti festival budaya.

“Lewat saprahan, para pelajar bisa belajar tentang nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan. Nilai-nilai ini penting untuk mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Festival budaya seperti ini adalah cara efektif membentuk karakter generasi muda. Mereka tidak hanya mengenal tradisi sebagai warisan, tetapi juga menghidupkannya kembali dalam keseharian.

Festival Saprahan Pelajar sendiri sudah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Pontianak.

Selain melestarikan budaya Melayu, festival ini juga menjadi media edukasi sekaligus mempererat ikatan sosial di kalangan pelajar.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semua,” tutup Bahasan.

Dengan semangat yang ditunjukkan para pelajar, Festival Saprahan bukan sekadar acara tahunan, melainkan juga bukti bahwa generasi muda Pontianak siap menjaga warisan budaya leluhur. (Apolonius Willy)

Editor : Biantoro

Berita terkait

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Ambon-Spektroom : Kodam XV/Pattimura kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui penanaman pohon sukun secara masif. Kegiatan Launching Penanaman Sejuta Pohon Sukun ini digelar di kawasan Bukit Paralayang, Ambon, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan penanaman ini dilaksanakan serentak di jajaran Kodam XV/Pattimura. Acara

Eva Moenandar, Julianto
Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
ссс