Rumah Singgah Menjadi Tumpuan, Pasien Kanker Di Solo Dalam Menjalani Pengobatan Jangka Panjang
Spektroom - Pendampingan pasien kanker khususnya anak anak terus dilakukan Yayasan Tunas Sehat Indonesia dengan menyediakan fasilitas pendukung terintegrasi.
Fasilitas pendukung berupa rumah singgah menjadi layanan unggulan yang selama ini menjadi tumpuan para keluarga pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang di Rumah Sakit.
Pengurus Yayasan Tunas Sehat Indonesia, dr. Suci Widhiati, menjelaskan yayasan non-profit ini bermula dari Komunitas Childhood Cancer Indonesia yang kemudian dikembangkan menjadi lembaga formal agar lebih solid dimana fokus utama menangani pasien kanker anak, khususnya penderita leukemia atau kanker darah yang membutuhkan proses kemoterapi dalam waktu lama.
"Pentingnya ada rumah singgah karena pasien kanker kadang menjalani pengobatan lama dan rumahnya jauh, sehingga tidak memungkinkan bolak-balik. Di sana mereka gratis, kami sediakan kebutuhan dasar seperti beras, asalkan bisa menjaga kebersihan bersama," Jelas dr. Suci Widhiati di sela wisuda cancer survivor di Ruang Sekar Jagad RSUD Dr. Moewardi, ( Sabtu, 07/02/ 2026.)
Selain akomodasi, YTSI melalui Komunitas Childhood Cancer Indonesia juga aktif memberikan pendampingan emosional bagi para penyintas dan keluarga serta dukungan sistem, termasuk ketersediaan ruang bermain di rumah sakit, sangat mempengaruhi stabilitas mental anak selama masa perawatan agar mereka tetap tenang meski tidak bisa bersekolah.
Dalam rencana jangka panjang, yayasan akan memperluas jangkauan bantuannya tidak hanya terbatas pada penderita kanker, tetapi juga untuk komunitas penyakit kronis lainnya seperti pasien gagal ginjal, lupus, hingga penyakit langka lainnya yang membutuhkan perawatan intensif dan pendampingan serupa di rumah sakit.
"Jangka panjangnya kami ingin menggandeng lebih banyak komunitas lain, tidak hanya kanker saja, tetapi juga penyakit kronis seperti ginjal atau lupus. Kami ingin menjadi wadah bagi mereka untuk bertemu dan saling menguatkan dalam menghadapi masa pengobatan," ucap dr. Suci Widhiati.
Rumah singgah yang difasilitasi Yayasan Tunas Sehat berlokasi di belakang Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta , sangat membantu bagi pasien yang berasal dari luar daerah, seperti Jawa Timur hingga wilayah Pantura sebab keluarga dan orang tua pasien tidak terbebani biaya akomodasi saat harus bolak-balik menjalani jadwal pengobatan yang padat karena diberikan secara gratis.(Dan)