Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng Perkuat Pelayanan Pasien Melalui Pelatihan Case Manager
Palangka Raya-Spektroom: Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya terus memperkuat kualitas layanan kesehatan dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
Salah satunya melalui Pelatihan Case Manager atau Manajer Pelayanan Pasien (MPP) yang digelar di Aula Gawi Hapakat, Kamis (11/6/2026), sebagai langkah membangun pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berfokus pada kebutuhan pasien.
Pelatihan tersebut diikuti tenaga kesehatan dan personel terkait di lingkungan Rumkit Bhayangkara Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi rumah sakit dalam memperkuat sistem pelayanan yang profesional sekaligus memastikan setiap pasien mendapatkan layanan yang tepat sejak masuk hingga memperoleh tindak lanjut yang dibutuhkan.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., mewakili Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa peran Case Manager sangat penting dalam menghubungkan berbagai profesi kesehatan yang terlibat dalam penanganan pasien.
"Case Manager merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan rumah sakit. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya dalam mengelola pelayanan pasien secara komprehensif, mulai dari pasien masuk hingga pasien mendapatkan tindak lanjut pelayanan yang dibutuhkan," ujarnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, Rumkit Bhayangkara menghadirkan Manajer Pelayanan Pasien RSUD dr. Doris Sylvanus Kalimantan Tengah, Esti Krismiyatun, S.Kep., Ns., M.Kep., CHCM, FISQua, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Esti menjelaskan bahwa Case Manager berperan penting dalam menjamin kesinambungan pelayanan pasien, memperkuat koordinasi antarprofesi kesehatan, sekaligus mendukung pencapaian standar mutu dan keselamatan pasien sesuai ketentuan akreditasi rumah sakit.
Berbagai materi yang diberikan meliputi konsep dasar manajemen pelayanan pasien, koordinasi pelayanan multidisiplin, komunikasi efektif antar tenaga kesehatan, pengelolaan risiko, perencanaan pemulangan pasien (discharge planning), hingga strategi peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Peserta juga mengikuti sesi diskusi dan studi kasus guna memperdalam pemahaman terhadap implementasi tugas Case Manager di lingkungan rumah sakit.
Melalui pelatihan tersebut, Rumkit Bhayangkara Palangka Raya berharap fungsi Case Manager dapat berjalan optimal sehingga koordinasi antarunit semakin kuat, pelayanan menjadi lebih efisien, dan pasien memperoleh pengalaman layanan kesehatan yang lebih baik.
"Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berkualitas, sekaligus mendukung pemenuhan standar mutu serta akreditasi rumah sakit yang berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien," tutup Anton. (Polin-Har/Adji)