Saat Ibu-ibu UMKM Banyumas Mengasah Mimpi Lewat Pelatihan Kuliner

Saat Ibu-ibu UMKM Banyumas Mengasah Mimpi Lewat Pelatihan Kuliner
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meninjau produk UMKM dalam kemasan menarik.( Foto ! Humas Pemkab.).

Banyumas – Spektroom – Aroma aneka olahan makanan memenuhi Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (4/8/2026). Di balik semangat belajar 150 perempuan pelaku usaha kuliner itu, tersimpan harapan sederhana: dagangan semakin laris, penghasilan bertambah, dan kehidupan keluarga menjadi lebih baik.

Mereka merupakan para nasabah binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang mengikuti Pelatihan Vokasi Kuliner dalam Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bertema "Terampil Berkarya, Mandiri Berusaha".

Bagi sebagian peserta, kesempatan seperti ini menjadi ruang untuk menambah ilmu sekaligus memperluas mimpi agar usaha rumahan yang dirintis dari dapur sendiri bisa berkembang lebih besar.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi keluarga.

Menurutnya, semakin banyak ibu-ibu yang memiliki usaha mandiri, semakin kuat pula perekonomian masyarakat. Ia menyebut perkembangan UMKM di Banyumas menunjukkan tren yang menggembirakan.

Dalam kurun satu tahun, jumlah UMKM meningkat dari sekitar 90 ribu unit pada 2024 menjadi lebih dari 230 ribu unit pada 2025.
Namun, di balik pertumbuhan itu masih banyak pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan, mulai dari akses permodalan, pendampingan hingga peningkatan keterampilan.

Karena itu, Sadewo mengapresiasi langkah PNM yang tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga membekali para pelaku usaha dengan pelatihan produksi dan pemasaran digital.

"Produk yang baik harus dibarengi kemampuan memasarkan secara kreatif agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.

Pimpinan PNM Cabang Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto, menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak cukup dilakukan melalui pembiayaan semata.

Menurutnya, peningkatan pengetahuan dan keterampilan menjadi modal penting agar usaha dapat terus berkembang.
Hingga Juli 2026, PNM telah membina 125.971 nasabah di Kabupaten Banyumas dengan total pembiayaan mencapai Rp973 miliar.

Bagi PNM, para ibu pelaku usaha bukan sekadar nasabah. Mereka adalah pejuang keluarga yang setiap hari mengolah bahan sederhana menjadi sumber penghidupan.

Dari tangan mereka lahir beragam produk kuliner yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian Banyumas.

Berita terkait

RSUP Kepri Raja Ahmad Tabib Laksanakan Pendampingan Pola Tarif Layanan Berbasis Unit Cost

RSUP Kepri Raja Ahmad Tabib Laksanakan Pendampingan Pola Tarif Layanan Berbasis Unit Cost

Tanjungpnang-Spektroom : Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mendorong penyusunan pola tarif layanan kesehatan di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) dilakukan secara akuntabel, berkeadilan, serta mencerminkan biaya riil pelayanan, dengan tetap memperhatikan karakteristik wilayah kepulauan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar saat menghadiri Ekspose Tata Kelola Pola Tarif Layanan RSUD Raja Ahmad

Desmawati, Rafles
Ombudsman Sumbar: Tata Kelola Dana Komite Sekolah SMA-SMK Rawan Pungli

Ombudsman Sumbar: Tata Kelola Dana Komite Sekolah SMA-SMK Rawan Pungli

Padang-Spektroom : Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat menyoroti tata kelola pendanaan pendidikan melalui Komite Sekolah di SMA dan SMK Negeri se-Sumbar. Praktik yang berjalan dinilai rawan maladministrasi dan korupsi. Koreksi itu disampaikan dalam Laporan Hasil Analisis (LHA) Pencegahan Maladministrasi yang diserahkan Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi, kepada Kadis Pendidikan

Diah Utami, Rafles