Safari Ramadan Penutup di Bangun Harja, Pesan Kebersihan Ibadah Jadi Sorotan
Seruyan-Spektroom : Safari Ramadan terakhir Pemerintah Kabupaten Seruyan berlangsung khidmat di Masjid Darussalam, Desa Bangun Harja, Selasa (17/03/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan Kemenag Seruyan yang diwakili Kasubbag TU H. Basas, S.Ag., M.M.
Kegiatan diawali dengan silaturahmi antara jajaran pemerintah dan masyarakat setempat, memperkuat kebersamaan di penghujung Ramadan. Suasana penuh kehangatan juga diiringi dengan penyerahan santunan dari BAZNAS kepada takmir masjid sebagai bentuk kepedulian sosial kepada umat.
Momentum Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana penguatan nilai-nilai keagamaan. Wakil Bupati Seruyan dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah, dimulai dari hal paling mendasar.
"Ibu-ibu dan Bapak-bapak, masalah buang air ini jangan dianggap remeh. Jika habis buang air tidak bersih, wudhu kita tidak sah. Jika wudhu tidak sah, sholat juga jadi tidak sah. Jangan sampai kita diazab di alam kubur gara-gara hal sepele ini," tegasnya.
Ia menekankan bahwa kesempurnaan ibadah tidak hanya dilihat dari ritual yang tampak, tetapi juga dari kebersihan dan kesucian diri sebagai syarat utama sahnya ibadah.
Selain itu, Wakil Bupati juga mengulas makna di balik tradisi peletakan daun atau bunga di atas pusara. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut memiliki landasan sunnah Rasulullah SAW, yang pernah meletakkan pelepah kurma di atas makam.
Menurutnya, tanaman tersebut akan terus bertasbih dan memohonkan ampunan bagi ahli kubur, meskipun manusia tidak mampu mendengar tasbih tersebut.

Safari Ramadan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat Seruyan, dilanjutkan buka puasa bersama serta sholat Magrib berjamaah. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian Safari Ramadan pemerintah daerah dengan harapan nilai kebersamaan dan keimanan terus terjaga di tengah masyarakat. (Polin)