Sajian Lontong Opor pada Tradisi Syawalan dan Haul Wali Gembyang

Sajian Lontong Opor pada Tradisi Syawalan dan Haul Wali Gembyang
Ribuan piring lontong opor disajikan untuk para jemaah pada pengajian Haul Wali Gembyang tradisi Syawalan di Kelurahan Patukangan Kendal, Minggu, 29 Maret 2026.(Foto: Sigit)

Kendal-Spektroom: Ribuan piring lontong opor disajikan untuk jemaah yang hadir pada pengajian Haul Wali Gembyang. Ini merupakan tradisi Syawalan di Kelurahan Patukangan Kendal, Minggu, 29 Maret 2026.

Ketua Yayasan Wali Gembyang, Muhammad Toha mengatakan, tujuan menggelar Haul Wali Gembyang adalah untuk menghargai jasa-jasa Wali Gembyang yang telah menyebarkan agama Islam di Kabupaten Kendal.

Selain itu juga untuk mensyiarkan agama Islam. "Kegiatan Haul ini juga untuk menambah ilmu agama bagi masyarakat sekitar lewat pengajian," katanya.

Haul Wali Gembyang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, kemudian diberikan kepada Ketua Yayasan Wali Gembyang. Acara Haul juga diselingi pembacaan Burdah, tahlil dan doa bersama.

Panitia Haul Wali Gembyang, Jayus Asrori mengatakan, tradisi menyajikan lontong opor sudah lama dilakukan pada Haul Wali Gembyang. Tahun ini tradisi penyajian lontong opor kembali digelar yang melibatkan orang banyak.

Pembagian lontong opor merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu para jamaah Haul Wali Gembyang.

"Jamaah yang dari luar Kendal pun sudah tahu ada sajian lontong opor pada Haul Wali Gembyang," ujarnya.

Dalam catatan sejarah Kendal, Wali Gembyang merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Kabupaten Kendal.

Wali Gembyang hidup pada zaman Sunan Kalijaga, yang membaktikan dirinya menyebarkan agama Islam di Kabupaten Kendal. (Fr)

Berita terkait

Respons Cepat Aduan Warga, Fogging Massal di Kecamatan Ajung Kabupaten Jember

Respons Cepat Aduan Warga, Fogging Massal di Kecamatan Ajung Kabupaten Jember

Jember-Spektroom : Pemerintah Kecamatan Ajung bersama Puskesmas Ajung menunjukkan komitmen pelayanan publik yang responsif dalam menanggapi laporan masyarakat. Merespons aduan terkait temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), tim gabungan langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengasapan (fogging) di wilayah terdampak di Desa Pancakarya pada Minggu, (29/03/2026). Aksi tanggap darurat ini

Budi Sucahyono, Buang Supeno