Sakit dan Berduka, 93 Jemaah Haji Jalani Rawat Jalan, 3 Dirujuk ke KKHI/RSAS, 1 Wafat

Sakit dan Berduka, 93 Jemaah Haji Jalani Rawat Jalan, 3 Dirujuk ke KKHI/RSAS, 1 Wafat
9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter telah tiba di Madinah. (Foto : Kemenhaj)

Jakarta - Spektroom : Kementerian Haji mencatat perkembangan layanan kesehatan di Daerah Kerja (Daker) Madinah, sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan, 2 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 1 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

"Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” kata Ichsan Marsha, Juru Bicara Kemenhaj. di Jakarta, Jumat (24/4/2026)

Kemenhaj turut menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah haji asal kloter SOC-3, Rodiyah (68), akibat serangan jantung. Pemerintah memastikan pemenuhan hak jemaah, termasuk pelaksanaan badal haji.

Sementara itu, jemaah yang telah berada di Madinah diimbau mewaspadai kondisi cuaca yang diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 25 persen.

"Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” tegas Ichsan.

Kementerian juga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, sebagai bentuk keberpihakan negara dalam pelayanan ibadah haj

Hingga hari keempat 23 April 2026, sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter telah tiba di Madinah.

Berita terkait

Banda Didorong Jadi Destinasi Super Prioritas, Pemprov Maluku Siapkan Rekomendasi

Banda Didorong Jadi Destinasi Super Prioritas, Pemprov Maluku Siapkan Rekomendasi

Ambon-Spektroom: Pemerintah Provinsi Maluku mulai mengakselerasi langkah menjadikan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai destinasi super prioritas pariwisata nasional melalui koordinasi lintas sektor dan penyusunan rekomendasi resmi gubernur. Dorongan ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Jumat, (24/4/2026), dipimpin tim teknis yang melibatkan

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru