Salah Persepsi Tentang JKN Masih Terjadi fi Tengah Masyarakat

Salah Persepsi Tentang JKN Masih Terjadi fi Tengah Masyarakat
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, bersama BPJS Kesehatan Cabang Pati di Hotel Pollos Rembang, Minggu (31/5/2026) (Foto: Dok.BPJS/Sigit)

Rembang-Spektroom: Kesalah pahaman informasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat sebagian warga belum memahami secara utuh hak, kewajiban, maupun prosedur layanan yang diberikan melalui BPJS Kesehatan.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi yang menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, PDI Perjuangan Edy Wuryanto, bersama BPJS Kesehatan Cabang Pati di Hotel Pollos Rembang, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan itu diikuti ratusan kader PDI Perjuangan Kabupaten Rembang. Edy Wuryanto mengatakan, banyak persoalan yang muncul terkait JKN sebenarnya berawal dari kurangnya pemahaman dan miskomunikasi di masyarakat.

Karena itu, dibutuhkan peran berbagai elemen untuk membantu memberikan informasi yang benar mengenai program jaminan kesehatan nasional tersebut.

Menurut Edy Wuryanto, sosialisasi, memiliki posisi strategis untuk menjadi penyambung informasi sekaligus pendamping masyarakat ketika menghadapi persoalan terkait BPJS Kesehatan.

“BPJS memerlukan support komunitas, masyarakat, tokoh-tokoh yang bisa memberikan edukasi kepada keluarganya untuk menjawab pertanyaan tentang JKN. Maka ini kami mengajak warga masyarakat kabupaten Rembang memahami tentang BPJS,” ujar Edy.

Edy menambahkan, upaya peningkatan kapasitas kader tidak akan berhenti pada sosialisasi semata. Ke depan, pihaknya juga berencana memberikan pelatihan advokasi terkait BPJS Kesehatan agar kader mampu membantu masyarakat saat menghadapi kendala dalam mengakses layanan JKN.

“Kalau kader memahami aturan dan mekanisme JKN, mereka bisa membantu menjelaskan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi salah persepsi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, menilai pelibatan kader partai dalam edukasi JKN dapat menjadi langkah efektif untuk memperkecil kesenjangan informasi antara regulasi dan pemahaman masyarakat.

“Kegiatan ini dapat mengurangi gap informasi antara regulasi dengan pemahaman masyarakat. Ini penting, harapannya tentu kegiatan ini akan terus ditingkatkan, supaya masyarakat makin paham dengan JKN,” ujarnya.

Nuzuludin mengakui, persoalan komunikasi masih sering ditemui di lapangan. Mulai dari pemahaman mengenai kepesertaan, hak dan kewajiban peserta, hingga prosedur pelayanan kesehatan.

Karena itu, semakin banyak pihak yang memahami JKN, semakin luas pula masyarakat yang dapat memperoleh informasi yang benar. Melalui kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan berharap kader PDI Perjuangan dapat menjadi mitra dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait program JKN.

Berita terkait

Kunjungi Tanimbar, Kapolda Maluku Kawal Kesiapan Groundbreaking Blok Masela, Tegaskan Komitmen Jaga Investasi Strategis Nasional

Kunjungi Tanimbar, Kapolda Maluku Kawal Kesiapan Groundbreaking Blok Masela, Tegaskan Komitmen Jaga Investasi Strategis Nasional

Ambon–Spektroom: Menjelang pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela yang dijadwalkan pada akhir Juni 2026, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, turun ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk memastikan kesiapan pengamanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat guna menjamin kelancaran salah satu proyek energi terbesar di Indonesia. Kunjungan

Eva Moenandar, Bian Pamungkas